Bundacerdas

Foto saya
Bundacerdas yang berhasil peroleh tambahan penghasilan demi buah hati

bisnis sambil ngantor dengan modal awal Rp 49.900,-

Sabtu, 17 Januari 2015

UMROH pertamaku

Asswrwb.
Bismillahiraahmanirrahim.

Semangat pagiiiiii!!!
Insya Allah ini tidak bermaksud untuk Riya atau pamer ya!!!
Karena sudah lebih banyak umat yang HAJI dan umroh lebih dari tiga kali.
Ijinkan saya berbagi pengalaman mengikuti UMROH bersama keluarga dengan kondisi ibunda di kursi roda dan anak usia 4tahun.

Saya berangkat umroh dengan donatur dari ayahanda.
Saya yang berusia di bawah 40 tahun di mahromkan ke ayahanda atau kakek dari anandaku.
Kami berangkat ber-5 + 1 asisten.
Kondisi ibunda pasca stroke yang memberikan beliau mesti berkursi roda.
Kami putuskan untuk membawa kursi roda dari tanah air.
Walopun informasi yang kami terima, di Mekkah dan Madinah tersedia penyewaan kursi roda.
Bahkan ada pula tenaga orang yg bersedia mendorong saat Sa'i.
Tentunya semua itu BUKAN gratis alias BAYAR.
Maaf, nominal sewanya saya tidak memperhatikan berapa SR.

Namanya juga manusia ya, pasti ada kekurangan karena kesempurnaan milik Allah SWT.
Kami sudah melaporkan ke pihak travel bahwa kami membawa kursi roda, kami sudah melaporkan ke pihak maskapai penerbangan bahwa kami membawa kursi roda, ...ternyata Allah SWT memberi kami ujian.
Bagi penumpang berkursi roda, biasanya diminta untuk turun paling akhir dari pesawat dengan alasan kursi roda akan diantar ke atas pesawat. Di Jeddah, memang iya, kursi roda kami diantar ke pesawat, namun oleh petugas yang mengawal kami, ternyata kami diturunkan bukan di terminal HAJI. Tentunya ini mengakibatkan kami terpisah dari rombongan travel. Pihak travel pun kebingungan. Apalagi kami yang baru pertama kali. Bersyukur Allah SWT masih sayang kami, sehingga ada yang menolong dan kami bisa berkumpul kembali.
Hal yang lebih kurang sama hampir juga terjadi saat kedatangan kami di cengkareng. Kursi roda yang kami titipkan, ternyata diturunkan bersamaan dengan bagasi. Dan kami harus menunggu lama pengantaran kursi roda dari pihak maskapai/bandara. Namun berhubung ini di negara sendiri, tidak terlalu panik kami dibuatnya.

Jadi, berdasarkan pengalaman, untuk pengguna kursi roda, mohon didampingi oleh dua orang keluarga. kenapa? Sebab urusan pengambilan bagasi di urus oleh diri sendiri bukan pihak travel. Jadi satu orang mengurus bagasi dan seorang lagi mengurus keluarga yg menggunakan kursi roda tersebut. Kalo memang TIDAK mau menunggu di dalam pesawat yg sudah pasti anda penumpang terakhir yg turun, selama keluarga tersebut masih mampu untuk berjalan perlahan dengan dipapah, silahkan di papah saja. Jika tidak mampu, maka anda perlu berkomunikasi yang jelas tentang terminal kedatangan antara anda yg membawa kursi roda dan rombongan. Jangan sampai terpisah. Tanyakan pada petugas di darat. Sebab pengalaman kami yg namanya petugas di udara yg di pesawat itu juga gak paham penumpang diturunkan di terminal apa, pintu berapa, dkknya. Karena pintu kedatangan crew pesawat dan penumpang berbeda.

Bagaimana dengan urusan membawa anak balita??
Saya sarankan, anda yang memiliki anak belum berusia sekolah, cobalah untuk membiasakan anak sedari kecil dekat dengan Tuhan. Bagi yang muslimah, perkenalkan dia dengan busana muslim, jilbab, dan mukena. Perkenalkan dia tentang shalat 5 waktu, umroh, ka'bah, siapa itu Rasullullah, dll. Sehingga saat kita tiba di masjid, anak tidak rewel untuk sekadar menunggu imam memulai shalat berjama'ah. Begitu juga dengan anak lelaki. perkenalkan dia dengan pakaian ihram untuk lelaki. Agar anak bisa tertib mengikuti kegiatan umroh dan ibadah 5 waktu di masjid.

Anda yang masih memiliki orang tua dan dimampukan secara ekonomi, coba yuks luangkan waktu untuk mengajak keluarga umroh. Jangan sampai penyesalan datang di kemudian hari yaaa.
Sebenarnya bergantung keyakinan anda, apakah umroh ini dianggap sebagai latihan sebelum berhaji atau sekadar wisata rohani. Yang saya liat disana, bervariasi ya tipikal manusia. Ada yang beritikaf di masjid dengan mengaji bahkan khatam Quran sambil menunggu shalat 5 waktu berjama'ah. Ada juga yang sibuk shopping. Sebab hotel tempat kami menginap memang sangat dekat dengan pertokoan dan masjid. Seberapa dekat? Tinggal jalan kaki saja,layaknya haji PLUS. Pilihan ada pada diri pribadi masing-masing.

Bagaimana dengan urusan perlengkapan alias baju-baju??
Kebetulan saya mengambil UMROH yang 9 hari.
Saya berangkat Januari 2015 saat udara cenderung dingin dan berangin.
Kami membawa baju hangat untuk di pesawat yg butuh waktu 9 jam penerbangan.
Kebetulan kami sekeluarga tidak kuat dengan AC.
Tiba di Madinah yang dingin dan berangin, sebenarnya hanya anda rasakan di perjalanan saat anda turun dari hotel menuju masjid.
Di dalam masjid, anda merasakan kehangatan dengan banyaknya umat.
Yang perlu dipakai selalu adalah kaos kaki, baju dingin di dalam atau thermal underwear atau long johns atau untuk wanita gunakan saja manset panjang dan celana leging panjang.
Saat ditutup dengan mukena, Insya Allah sudah hangat.
Usahakan shalat di dalam masjid ya, agar khusyuk tidak terganggu hawa angin yang dingin.
Untuk udara di Mekkah, cenderung lebih hangat, sehingga tidak perlu lagi baju berlapis-lapis.

Warna bajunya apa??
Saya gunakan putih keseluruhan untuk UMROH (tawaf dan Sa'i)
Untuk tawaf sunah dan shalat di masjid, saya gunakan warna pakaian yang netral. Rata-rata disana banyak yg menggunakan pakaian warna hitam.

Uang saku yang perlu dipersiapkan??
Bergantung dari anda pribadi hendak membeli apa di sana.
Kami sekeluarga (5 orang) menyiapkan SR 1,000 untuk oleh-oleh pribadi dan kerabat. Cukup? Cukup atau tidak bergantung rasa syukur. Yang kami rasakan lebih dari cukup, insya allah.
Anda bisa kok ambil uang dari ATM di Mekah dan Madinah, namun harus siap dengan biaya administrasi perbankkan. Uang yang keluar dari ATM langsung SR.
Jika anda mau menyiapkan dari Indonesia, saran saya, siapkan mata uang Real. karena tidak semua toko menerima US$ dan Rupiah. Oiya, Mata uang Rupiah yang diterima pedagang hanya yang pecahan 50ribuan dan 100ribuan. Saran saya, untuk anda yang hobi berbelanja, selama di negri orang, usahakan jika anda wanita, selalu didampingi oleh kerabat lelaki anda ya. Untuk detailnya pasti akan diinfokan ustad masing-masing saat tiba di tanah harom.


Semoga bermanfaat ya pengalaman saya ini.
Jika ada yang memiliki saran untuk travel umroh yang nyaman lainnya, boleh tulis di kolom komentar.
Jika ada rezeki dan kesempatan , kami ingin mengujungi Baitullah kembali.

Wassalam,
Tia
Dir @Oriflame via d'BC Network
Pin BB. 277d6aa3
Link: www.dbcn-socialmedia.com/?id=astia





Kamis, 06 November 2014

Bisnis MLM Oriflame yang berhasil wujudkan IMPIANku

Semangat pagiiiii!!!
Ditengah kegusaran kita secara individu akan isu kenaikan harga bensin yang tidak bisa dihindari, saya terduduk disini, terdiam, sambil mendengarkan suara ayat suci Al-Quran diperdengarkan dari masjid sebelah gedung kantor.

Benar banget yang namanya JODOH, REZEKI, MAUT itu rahasia Allah SWT.
Saya percaya dengan KUASA Allah SWT.
Dan saya YAKIN, jika saya 2 tahun yll saya tidak MAU berfikir,bangkit, dan keluar dari kesulitan, saya YAKIN, sampai hari ini saya pasti dirasuki rasa deg-degan berkepanjangan dengan kondisi financial yang tidak pasti.

Berawal dari kejatuhan perekonomian keluarga kecil kami.
Berawal dari orang yang kami harapkan membimbing kami ternyata terbuai dengan harta+tahta+ wanita.
Berawal dari perubahan GAYA HIDUPnya akibat pergaulan.
Saya sebagai bunda & istri, saya lah yang pusing 1000 keliling mengelola keuangan.
Cicilan rumah tersendat menunggak 3 bulan sampai 2x periode.
Cicilan mobil putih kesukaan anak terpaksa diambil leasing karena ketidakmampuan kami bayar cicilan.

Perekonomian kami hancur.
Dan lebih perih lagi...tersia-siakannya kami akibat buaian pergaulannya.Astagfirullah...

Saya punya anak.
Saya yang minta anak ini pada Allah SWT untuk meneruskan silsilah kami.
Saya diberi, maka saya harus bertanggungjawab.
Saya alhamdulillah sehat.
Saya alhamdulillah masih dapat berfikir sehat.
Saya coba tenangkan diri.
Saya duduk tenang.
Saya ambil alat tulis.
Dan satu per satu beban pikiran itu saya tuliskan diatas kertas.
Sampai pada masa depan anak.
Hati saya boleh hancur akibat dirinya, tapi tidak untuk anak.
Semampu saya & atas ijin Allah SWT, saya HARUS bangkit demi anak.
Biarlah tidur hanya 2-4jam per/hari.
Biarlah kaki di kepala, kepala di kaki.
Biarlah saya ber-make up hanya polesan bedak dan lipstik.
Yang penting anak saya tetap BISA sekolah untuk masa depannya.

Allah SWT menunjukkan jalan untuk kesulitan saya, yaitu BISNIS MLM Oriflame.
Saya buka kembali success plan book.
Saya pelajari, kenapa leader bisa berhasil bahkan ada yg 3 tahun sudah berpenghasilan 70-80 juta per-bulan.
Saya ikuti training.
Saya kurangi jam tidur saya.
Saya putuskan rasa malu terhadap lingkungan atas sindiran, cibiran,cemoohan mereka yang bersifat negatif.
Saya FOKUS pada GARIS FINISH.
Saya FOKUS pada TARGET.
Saya GAK mau deg-degan tiap bulan hanya untuk bayar cicilan KPR yang 2juta ituh!!!
Saya GAK mau deg-degan tiap bulan hanya untuk bayar uang sekolah anak!!!
Saya GAK mau terhambat mengembangkan karir hanya karena tidak memiliki dana talangan (ataupun tidak talangan) untuk biaya pendaftaran mengikuti seminar/konferensi karya ilmiah.
Saya BUTUH rumah yang layak di Bandung.
Saya BUTUH mobil yang berLCD sesuai impian anak yang sudah bersabar 2 tahun ini.
Saya juga pengen UMROH & berHAJI seperti mereka yang PAHAM ilmu agama ISLAM.
Saya BUTUH!!!!

Proses 2 tahun...TIDAK mudah!!!
Namun bersyukur, Allah SWT memberikan anak yang paham bahwa bundanya kerja untuk dia.
Syukur alhamdulillah memiliki orangtua dan adik yang support 100%.
Syukur alhamdulillah memiliki fasilitas internet dengan modem dan laptop yg sudah 7 tahun setia menemaniku.

Dan dipenghujung tahun 2014 ini,
saya kembali terduduk, terdiam disini...
Kali ini dengan penuh rasa syukur.
Mukjizat Allah SWT.
Perubahan NASIB saya karena saya berusaha sungguh-sungguh...
#merinding
NYATA banget saya rasakan dan ada di depan mata saya saat ini.

Benar kata leaderku: hati-hati dengan IMPIAN, karena saat hasil kerjamu nyata kamu raih, maka sungguh nikmat mana lagi dari Tuhanmu yang akan kamu dustakan.

Terima kasih Oriflame...
Perusahaan kosmetik dari Swedia dengan sistem penjualan melalui konsultannya alias bahasa awam MLM, anda telah berhasil mengubah kehidupan financialku menjadi lebih baik.
Terima kasih untuk semua tim di jaringan Tia dan para leader yg tidak pelit ilmu.
Oriflame mendukung pendidikan anakku hingga dia bisa sekolah & les musik dllnya
Oriflame mendukung karirku sebagai PNS dosen dengan saya mampu membiayai konferensi/seminar karya ilmiah.
Oriflame mendukungku secara financial dari setiap sudut kehidupanku.
Insya allah...cita-cita IMPIANku masih banyak lagiiii.
Namun satu per satu, dengan kerja SUNGGUH-sungguh + doa dan sedekah yg insya allah tidak pernah putus, YAKIN bahwa Allah SWT tidak pernah tidur & melihat perjuanganku,...bisa diwujudkan.
Alhamdulillah...

Tia
Qual Director d'BCN Oriflame
Pin BB. 277d6aa3
kunjungi saya disini: www.dbcn-socialmedia.com/?id=astia



Jumat, 14 Februari 2014

uang? sepenting apa?

Saya bergabung di Oriflame 2011.
Tahun 2013 saya berhasil meraih level Senior Manager dengan bonus yang langsung di transfer ke rekening sebesar Rp 4juta.
Level yang sepertinya saat ini banyak di raih dalam waktu 3 bulan oleh para konsultan oriflame.
Kenapa saya bisa 2 tahun mencapai level SM?
Masihkah ada alasan untuk meraih SM?

2011 saya mencoba berjuang menekuni Oriflame, yang ada dipikiran saya saat itu:
Saya sudah bahagia dengan keluarga. Saya berprofesi sebagai pegawai yang akan ada uang pensiunnya kelak. Saya sudah memiliki anak. Saya juga punya suami yang cukup bertanggung jawab.
"Untuk apa lagi saya BUTUH tambahan penghasilan?"
"Toh rezeki sudah ada yang mengatur."
"Toh hidup ini gak perlu ngoyo, jalani apa adanya saja."
"Minta pada Allah SWT, pasti akan diberi jika kita sungguh-sungguh meminta."

Namun roda kehidupan saya yang NYAMAN, di tahun 2012 berbanding terbalik.
Gaji yang selama ini lebih dari cukup, bisa dihemat, ternyata hanya cukup untuk kehidupan hari demi hari.
Tidak berani merancang kehidupan bulan depan atau tahun depan atau tahun depannya lagi.
Karena apa? Harga kebutuhan pokok di negriku semakin merangkak naik. Tiap selesai lebaran, pastilah harga tidak akan kembali normal. Disini saya rindu jaman Presiden soeharto dengan mentri penerangannya Bpk Harmoko yang mengumumkan kembali normalnya harga kebutuhan pokok pasca lebaran...hiks.
Saya sudah berhemat dengan segala upaya.
Menahan selera mata membeli baju dari teman-teman Olshop.
Menahan makan enak di restoran.
Bahkan membeli mainan anak pun cukup 1x sebulan yang harganya tidak lebih dari 50ribu.
Yang BODOHnya nih ya, saya Tidak terfikir untuk bersedekah lebih banyak , merasa diri ini juga "tidak mampu", karena terlilit tunggakan beberapa cicilan.

Tahun 2013, saya letih dengan keadaan.
Lihat para narasumber tivi dengan materi kemewahannya.
Lihat teman yang bisa dengan nikmat pergi haji/umroh beberapa kali, membeli mobil / rumah baru yang lebih baik.

Sepertinya kehidupan akan kembali NYAMAN jika saya memiliki kelebihan gaji.
Di titik inilah saya bangkit, saya buka kembali sistem kerja Oriflame.
Saya BUTUH tambahan penghasilan selain gaji bulanan.
Saya LETIH tiap bulan deg-degan saat terima gaji, langsung habis untuk kebutuhan pokok bulanan termasuk kredit rumah.
Saya "IRI" dengan teman-teman yang BISA tenang mengelola penghasilan mereka untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang kehidupan mereka & keluarga.

Saya TIDAK silau materi.
Saya BIASA hidup sederhana.
Sepatu/baju/tas...BISA tahan sampai bertahun-tahun, tidak perlu beli tiap bulan.
Mobil...yang ada saat ini MASIH sangat lebih dari cukup bagi saya.
Makan...saya berusaha untuk masak, yang penting ada 4 sehat 5 sempurna.
HP...saya masih menggunakan HP keluaran 2010.
Intinya...saya hanya BUTUH ketenangan saat awal bulan menerima penghasilan, dapat membagi pos keuangan dengan kebutuhan yang BUKAN sekadar kebutuhan primer.

TARGET saya juga TIDAK tinggi...
Saya hanya INGIN dapat tambahan penghasilan 2,5 juta saja.
Alhamdulillah...dengan menyimak beberapa pengalaman leader di Oriflame, saya memberanikan diri untuk bersedekah lebih banyak tanpa harus berfikir diri ini akan miskin jika semua harta saya sedekahkan.
Saya terperangah dengan ucapan motivator:
uang untuk membiayai kehidupan ;
rezeki memang sudah ada yang mengatur tapi kalo TIDAK dijemput, maka jangan sedih kalo rezeki tersebut diambil orang.
Alhamdulillah TARGET saya tercapai & Allah SWT memberikan BONUS di akhir tahun 2013.
Alhamdulillah...saya BISA tenang membagi pos keuangan untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang sesuai cita-cita saya.

Terima kasih 3 sumber penghasilanku.
Terima kasih Oriflame.

Tia_ Senior Manager Oriflame
WA. 081370592603
Pin BB: 277d6aa3

Sabtu, 04 Januari 2014

Naik Level di Oriflame

Bismillah...
Tanpa bermaksud untuk Riya...
Mohon dibaca dengan hati yang bersih dan pikiran jernih karena dari tulisanlah saya bisa berbagi pengalaman.

Alhamdulillah...
Setelah menjalani PROSES 33 bulan bergabung sebagai konsultan Oriflame, akhirnya saya bisa peroleh tangga aman pertama di jenjang karir Oriflame.
Yaitu level Senior Manager 21%.
Bonus (insya allah) yang dapat saya peroleh: cash Rp 2juta + bulanan Rp 4juta.
Allah SWT memberikan lebih, alhamdulillah. Padahal saya hanya meminta tambahan penghasilan 2juta/bulan lagi saja dari oriflame. Insya Allah jadi amanah...aamiin.


Menjalankan peran sebagai bunda dari satu anak yang SMART dan setia mendampingi bunda, saya jalani tanpa bantuan pengasuh.
Menjalankan peran sebagai pegawai pemerintah yang menuntut tetap di jalur tridharma pt untuk jenjang karir.
Menjalankan peran sebagai konsultan oriflame berjuang merintis impian untuk peroleh financial lebih nyaman di masa tua.

Menjalani PROSES merintis impian di Oriflame BUKAN perkara mudah.
Banyak ucapan pedas yang mampir di telinga.
Banyak persepsi yang menyudutkan saya , memfitnah saya , dengan mengatakan saya lebih mementingkan bisnis & mengabaikan peran saya sebagai pegawai.
Banyak yang menyuruh saya berhenti bisnis & fokus sebagai pegawai.

Hanya Allah SWT yang tau NIAT saya menjalani dua kantor yang berbeda keilmuan ini.
Saya suka bekerja sebagai pegawai pemerintah.
Saya suka mengajar, menulis karya ilmiah, melakukan pengabdian.
Saya masih punya impian untuk meneruskan kuliah.
Namun dari semua kesukaan saya sebagai pegawai pemerintah, saya BUTUH peningkatan biaya untuk hidup.
Di titik ini banyak ucapan yang mengatakan bahwa saya tidak bersyukur.

Insya Allah, perihal menyalurkan rasa syukur saya, cukuplah hanya Tuhan yang Maha Tahu.
Jangan sesama manusia merasa berhak dan lebih pandai menilai.
Karena masih ada Allah SWT yang Maha Tahu segalanya.

Dengan rasa syukur saya pada gaji saya sebagai pegawai pemerintah, alhamdulillah saya bisa bertahan hidup sampai hari ini.
Namun saya punya MIMPI untuk bisa hidup sedikit dengan nafas lega terutama dari sisi keuangan.
Memberikan ketenangan batin pada orangtua saya.
Tidak merasa takut TIDAK punya duit sampai akhir bulan.
Tidak perlu mengintip dompet saat anak minta bermain.
Tidak perlu kepikiran dana saat menerima undangan seminar yang tentunya berhubungan dengan karya ilmiah untuk pengembangan karir saya sebagai pegawai.
Tidak perlu khawatir tidak dapat tunjangan jika peroleh beasiswa untuk kuliah, karena gaji oriflameku bisa untuk support biaya hidup.
Saya ingin punya dana pendidikan, dana kesehatan, yang bisa membuat saya bernafas lega jika seandainya umur saya tidak panjang untuk anak cucu saya.

Saya berusaha menerima dengan ikhlas walopun airmata sempat menetes karena pedasnya ucapan dari orang-orang yg berfikir negatif.
Semoga menjadi peluntur dosa bagi saya atas fitnah mereka...aamiin.

Level Senior Manager ini saya persembahkan untuk
* ayahbunda, adik, dan ananda yang full support di kala senangku maupun susahku.
* PEJUANG KELUARGA di core team dan management team Oriflameku.
* pembuktian diri bahwa siapa yang tekun berproses pasti akan berhasil

Tetap semangat untuk raih impian yang lebih tinggi!!!!



Rabu, 28 Agustus 2013

syukur

Rabu, 28 Agustus 2013 sebenarnya jadwal yang pertama Tia ingat itu adalah Rapat dinas di kantor.
Sebagai abdi negara yang manut dengan instansi & pimpinan, saya HARUS mengahdiri rapat tersebut & semestinya BISA tepat waktu jam 8 pagi sesuai undangan.

Satu hari sebelumnya, tepatnya Selasa sore saat menjemput anandaku, diingatkan kembali oleh bunda guru bahwa besok akan ada kegiatan outing renang.
Wow...dua kegiatan yang sama pentingnya di hari yang sama & jam yang sama.
Mana yang saya pilih????
Pilihannya pilihan pertama, utama, atau prioritas?

Pertama, PASTI mengantar anak outing.
Kedua, PASTI menghadiri undangan rapat.
Alhamdulillah...saya TIDAK pernah ragu untuk memilih antara keluarga & karir.
Alhamdulillah hati ini selalu dimantabkan oleh Allah SWT untuk memberi prioritas kepada keluarga.
Rapat di kantor gimana? bukan berarti TIDAK penting, namun pertimbangannya, rapat tersebut biasanya akan terus berlangsung sampai jam 12 siang.
Sementara anak outing hanya sampai jam 10 pagi.
Tetap yaaa...ijin ke pimpinan & beberapa kolega.
Tetap yaaa...siap-siap menguatkan hati terhadap ucapan para kolega yang mungkin saja mengiris hati.

Kekurangan saya tidak bisa stand-by, tidak bisa hadir pagi-sore tiap hari kerja & tidak bisa pencitraan "saya sanggup" namun dibelakang ngeluh banyak tugas dari kantor, ...maaf  saya bukan wonder woman.
Seorang sahabat berkata: "anggap saja orang-orang yang menyakiti hati dengan kata-kata yang tidak sepatutnya diucapkan, mereka sebenarnya ingin juga hidup seperti orang yang memprioritaskan keluarga namun mereka gengsi atau mungkin tidak ada keluarga lagi yang bisa mereka prioritaskan."

Alhamdulillah...pilihan mengantar & menemani anak outing berbuah kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan uang.
Melihat sosialisasi anandaku bersama teman-teman & bunda gurunya, ...
Melihat keceriaan anandaku bermain air bersama teman-temannya...
Melihat kegiatan anadaku bersama Paudnya.
Alhamdulillah...pilihanku tepat dengan menitipkan ananda di PAUD.
Tumbuh kembangnya menjadi tersalurkan & terarah sesuai usia dengan baik...aamiin.

Luv U as always Shafa...mmmuch *peluk*



Selasa, 06 Agustus 2013

SusahJualan

Sudah tau belum kalo MAU bisnis itu harus MAU ngeluarin modal?
Kalo di Oriflame, modal untuk melakukan penjualan yaitu dengan investasi katalog tiap bulannya.
Disarankan 20pcs senilai Rp44.900,-
Kebetulan di bulan Agustus 2013 ada promo BAZAAR.
Promonya ini tersedia dalam bentuk flyer senilai Rp 5.000,-/10Pcs.

Sudah cukup?
Untuk langkah awal mencari orderan atau melakukan penjualan sudah cukup dengan modal lebih kurang Rp 50ribu.

Saya itu selalu membawa katalog & flyer di dalam tas jinjing saya.
Kebetulan hari ini agenda saya menuju ke salah satu optik untuk perbaikan kacamata.
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan mata & memilih bingkai kacamata yang sesuai selera & cocok dengan wajah, saya lakukan pembayaran.
GAK lupa sesaat sebelum meninggalkan optik, saya berikan 1 flyer kepada mba di kasir.
Gak pake lama, BB saya berbunyi.
Dan ternyata kasir dari optik tersebut menghubungi saya untuk order product di flyer.

Jadiiii....
Salah satu bentuk usaha
hari ini masih dapat orderan lagi , padahal target poin bulanan sudah terlunasi.
Jangan pake ALASAN susah jualan kalo kamu belum bawa katalog dan flyer kemanapun kakimu melangkah!!!

#GO SM

Jumat, 26 Juli 2013

Milad 3 tahun

Alhamdulillah... 3 tahun masih diberi kekuatan lahir & batin dari Allah SWT untuk dapat mendampingi tumbuh kembang Astia Nurshafa Ramadhani.
Ada Opa Cut, Oma Teti, Mamel, & bunda tia.
Selalu ada Oma dan Opa yang setia mendampingiku mengisi hari-hari bersama shafa bahkan saat shafa masih di dalam perut...hihihi.
Walopun Oma memantau di kursi roda, tanpa lancar berbicara, namun sinar mata beliau masih memancarkan sosok seorang ibu yang sayang terhadap anak + cucu.
Walopun Opa yang sudah semakin berumur, namun masih kuat secara fisik menyetir dari rumah cileungsi menuju cibubur untuk menjaga anak pertamanya di usia kandungannya yg menjelang lahiran.
Kasih sayang orang tuaku benar-benar sepanjang jalan yang kulalui.

Hari ini 17 Ramadhan 1434H, milad 3 tahun Shafa.
Dirayakan di Kowis bersama opa, oma, mamel, & bunda tia.
Ayah asepnya kemana? masih di seskoal. Dan saat ditelpon malah bertanya "ohh hari ini yaaaa."
Seolah-olah bunda tia yang mendahului. Padahal seminggu yll ayah asep bercerita pada temannya di depan bunda tia bahwa anak semata wayangnya ini lahir 17 Ramadhan. Sabaaaaar...Sabaaaaaar.
Mungkin memang seperti itulah sifat ayahnya yg lebih senang dengan keLUPAan. Semoga saja cepat sembuh penyakit LUPA ayahnya shafa.

Sederhana saja...tiup lilin dengan 1 kue tart.
Yang penting hikmahnya kami bisa berkumpul.
Oma, Opa, & mamel yang selalu mendukung, membantu, menenangkan bunda tia semasa hamil shafa sampai hari ini di usia shafa 3 tahun.

Selamat ulang tahun Shafa.
Bunda Tia doa'kan shafa mengingat ulang tahun shafa di tiap 17Ramadhan sebagai arti nama Ramadhani.
Bunda Tia doa'kan shafa rajin shalat, melantunkan ayat suci al-quran, memahami & menjalankan makna al-quran, puasa wajib & sunah, serta hanya takut pada Allah SWT.
Bunda Tia doa'kan shafa tumbuh kembang sesuai usia.
Insya Allah Bunda tia, Mamel, Opa, Oma, & ayah asep akan selalu mendampingi tiap langkah shafa.
aamiin.