Bundacerdas

Foto saya
Bundacerdas yang berhasil peroleh tambahan penghasilan demi buah hati

bisnis sambil ngantor dengan modal awal Rp 49.900,-

Senin, 24 Agustus 2015

Menjelang ulang tahun Fa_27 Agustus 2015 (part 1)

Semangat pagiiii.....
Hari ini, Bandung, Selasa, tanggal 25 Agustus 2015.
Entah kenapa, sepanjang Senin kemarin menulis slip di dua bank pake tanggal 25.
Dan bunda menuliskan pagi ini,untuk menjadi teman dalam perjalanan Fa kelak jika sudah bisa membaca.
Saat tulisan ini dibuat, masih jam 5 pagi, sudah shalat subuh, tapi shafa masih tidur.
Maafin bunda ya,tadi malam gak nemenin Shafa gosok gigi setelah selesai film yang mau shafa tonton di NET tv. Iya,bunda ngantuk banget karena perjalanan senin kita ini dari cibubur sudah sejak subuh dan beraktivitas senin yang lumayan padat di bandung. eits, tapi sudah bunda siapin ya pasta gigi dan sikatnya...hihi.

Menjelang 5 tahun usia Shafa.
Menjelang 5 tahun Tia dipanggil bunda Tia oleh Fa.
Sungguh karunia dari Allah ini luar biasa.
Gak kebayang seorang Tia, bisa mendampingi sampai 5 tahun semoga terus berlanjut sampai kelak shafa dewasa ya Nak.

Lima tahun yang lalu, menggendong bayi saja bunda tidak pernah.
Sampai suster di rumah sakit mengajarkan cara menggengong.
Diajarkan posisi bayi menyusui.
Diajarkan memandikan bayi.
IyaNak, bunda diajarkan dan bunda belajar.
Sewaktu shafa masih di perut bunda, kondisi oma teti sudah sakit, Nak.
Oma Teti masih makan dan minum pake selang.
Tapi Oma Teti semangat untuk terapi.
Shafa di dalam perut nemanin Oma Teti terapi yang dianter sama Oma Tuta (kakaknya Opa Cut) dan Opa Cut.
Bahkan Oma Teti dan Opa Cut plus Mak Encih yang mengantarkan bunda ke rumah sakit untuk melahirkan Shafa.
Perjalanan hidup kita berat jika dipikirkan.
Tapi bunda gak mau mikirin berat atau ringannnya, yang penting dijalani saja.
Yang penting tetap ikhlas supaya tetap enjoy menjalani tiap tahap kehidupan.

Dulu waktu shafa diperut, keluarga dari Gang Swadaya, meminta diadakan syukuran 4 bulanan dan 7 bulanan layaknya tradisi Sunda.
Bunda tidak menjalankan karena Shafa dan bunda mengikuti tradisi minangkabau.
Di minang, gak ada tradisi 4 bulanan dan 7 bulanan.
Dan bunda memikirkan perasaan Oma dan Opa Cut.
Pasti Oma Teti pengen berperan juga untuk membantu tapi apa daya fisik tidak mendukung.
Bunda gak mau Oma Teti dan Opa Cut bersedih karena gak bisa bantu bunda layaknya kakek nenek yang membantu anaknya yg sedang hamil.
AB waktu itu mendukung saja pilihan bunda karena sebenarnya dia gak punya biaya untuk mengadakan syukuran yg itu adalah tradisi Sundanya dia.

Pilihan bunda apa?
Karena bunda hanya sendirian dan ditemani shafa di dalam perut,
Waktu itu bunda diingatkan teman untuk mengkhatamkan Al-Quran.
Tiap selesai shalat 5 waktu yang alhamdulillah gak pernah telat bunda kerjakan, bunda selalu melantunkan ayat suci Al-Quran dan bunda ajak shafa untuk ikut.walopun shafa masih di dalam perut.
Doa bunda, anak bunda jadi anak solehah yang takut hanya kepada Allah SWT.
Alhamdulillah... bunda bisa Khatam, Nak.
Al-Quran itupun masih bunda simpan sampai hari ini.

Shafa, ...
maafin bunda ya , karena shafa pernah tantrum 3 tahun yll akibat kondisi psikis bunda yang labil karena hubungan bunda dengan AB.
Masih jelas diingatkan bunda bagaimana shafa kecil yang belum mengeluarkan rasa dihati dalam rangkaian kata.
Sebelumnya kita sudah ke psikolog di sekolah Shafa.
Kita lanjut lagi ke psikolog di Cibubur yg dianter Mamel.
Disitu bunda diingatkan sekali lagi, bahwa bunda harus menguasai hati bunda dengan baik.
Karena kalo bunda panik, marah, atau kesal mungkin karena sikap AB, semua itu berpengaruh ke Shafa.
Kegundahan bunda bisa dirasakan oleh Shafa.
Untuk itulah, bunda pada akhirnya memutuskan menyelamatkan Shafa.
Shafa gak mau balik ke bandung dan lebih senang bermain di kota wisata pun , bunda turuti.
Sampai pada akhirnya bulan ke-tiga, shafa minta ikut ke bandung.
Selama shafa di kota wisata, mana ada AB menengok Shafa.
Alasannya selalu sama: SIBUK kerja.

Tapi sejak shafa berkeinginan sendiri untuk ikut ke bandung, shafa berubah menjadi shafa yang semakin percaya diri.
Alhamdulillah,itu yangbisa bunda liat.
Shafa gak marah atau cemburu jika melihat teman dan ayahnya bermain.
Shafa justru langsung memeluk bunda seolah-olah mengatakan: "shafa gpp kok bun."
Dengan sinar mata Fa yang benar-benar tulus.
Dalam hati bunda berkata,..."anakku jadi lebih bijaksana dibanding diriku yang was-was."

Shafa...
Terima kasih ya, sudah berkenan menjadi anak bunda Tia.
Maafkan bunda jika kondisi kita tidak sempurna.
Jika Shafa lahir dengan kondisi AB yang memilih SIBUK tanpa ada komunikasi dengan Fa.

Shafa...
Terima kasih ya Nak, mau kembali daycare. (terima kasih Bunda-bunda Galenia spesial bun Hilmi dan bun Ovie yang mengikuti tumbuh kembang Fa sehari-hari).
Terima kasih ya Nak, walopun masih terlalu kecil untuk memahami, tapi minimal shafa tau jika bundanya selama Shafa di sekolah, bunda mencari rezeki untuk bisa menyekolahkan Shafa.
Terima kasih ya Nak, sudah bisa diajak diskusi.
Jika ada keinginan Fa membeli mainan tapi bunda belum punya uangnya, shafa tidak merengek seperti layaknya anak kecil.
Shafa akan dengan sabar menunggu bunda mewujudkan perkataan bunda membeli mainan yang shafa impikan.
Alhamdulillah... semua karena support dan bukungan opa Cut dan Oma Teti serta Mamel yang mau menjadi teman bermain Shafa.
Bahkan Shafa punya cita-cita yang mulia untuk seperti mamel dan Oma Teti.
Shafa juga bisa berteman baik dengan anak-anak lelaki...alhamdulillah.

Jangan lupakan juga kita punya keluarga di Bandung.
Keluarga almarhumah Oma Keini (adik Oma Teti) yang mau kita repotin ini.
Ada om Shani, om Luthfan dan tante Echi, dan Opa Krishna.
Trus ada pak Lala, bik Ayi yang baik hati, dan bik Noneng.
Ada Inyiak Ted (sepupu Oma Teti) dan Nenek Endang di pondok ungu bekasi yang nemenin kita Umroh untuk pertama kalinya di januari 2015.
Iya... alhamdulillah, shafa masih muda pun, di usia 4 tahun sudah bisa melihat ka'Bah, Nak.
Semoga kelak dewasa bisa tiap tahun umroh ya.
Insha allah nanti hajinya bersama bunda ya sayang.
Bunda punya impian untuk kita berhaji sebagai bentuk syukur bunda mendampingi shafa.
Dan ada Opa An (adik Oma Teti) dan Oma Ucu di Samarinda yang sudah beberapa kali bertemu Shafa. Bahkan Oma Ucu membuatkan 3 boneka lucu hasil dari jahit tangannya Oma Ucu.

Gak punya ayah yang bisa meluangkan waktu untuk hadir di sisi Fa, jangan jadikan penghalang untuk memadamkan cita-cita Shafa menjadi dokter spesialis jantung.
Biarkan dia sendiri dengan keputusannya yang dirasa benar.
Kerja sibuk itu ada masa pensiunnya, Fa.
Ingat pesan yang ini:"kalo anak lupa waktu karena asyik bermain dengan temannya dan gak nelpon orantuanya untuk memberi kabar tiap sebentar, itu wajar. Tapi kalo ada orangtua yang lupa menelpon dan menanyakan kabar anaknya, itu tandanya orangtua yang kurang diajar!"
Sabar aja Nak, 17 tahun dari hari ini, insha allah shafa di usia 22 tahun, sudah di fakultas kedokteran yang shafa impikan.
Dan dia... sudah tidak lagi SIBUK kerja karena pensiun.
Sementara bunda, insha allah dengan doa kita berdua, bunda masih bisa berkarya dikampus UPI dan Oriflame untuk mensupport shafa meraih impian.

Terima kasih anandaku: Astia Nurshafa Ramadhani
Cahaya dari bukit Safa di bulan Ramadhan ( 17 Ramadhan 1431 Hijriah atau 27 Agustus 2010).
Bukit Safa' dan bukit Marwa sudah shafa kunjungi saat Tawaf di umroh januari 2015.
Doa bunda Tia memberi nama Shafa dikabulkan Allah SWT.
Allah SWT begitu besar sayangnya kepada Shafa.
Tetap solehah dan tetap menyayangi kami yang hadir ditiap tahap kehidupan Shafa ya.
Hilangkan kekecewaan hati Fa terhadap seseorang , mungkin ya, dengan terus berdoa dan berkarya untuk tunjukkan bahwa Shafa bisa mandiri tanpa dirinya. Dan shafa akan menyongsong kehidupan yang utuh jika masa kecil ini belum utuh sempurna menurut mata manusia...aamiin.

Catatan:
saat ini shafa tidak mau menyebut AB dengan panggilan ayah.
Karena merasa AB tidak pantas dan patut dipanggil ayah.
Yang terlalu sibuk tidak mengangkat HP saat di telpon dan anak ini menunggu balasan telpon dari beliau, tiada kunjung hadir.
Yang terlalu sibuk tidak merespon SMS.
Yang menolak saat shafa minta ditemani beli sepeda...hanya untuk ditemani ke toko bukan minta AB untuk membelikan sepeda.
Bahkan (maaf) memang salah saya sebagai bunda yang terlanjur bicara, bahwa AB ini tidak menafkahi shafa secara rutin, minimal untuk biaya sekolah.

Insha allah cerita ini apa adanya saya tulis, dari sisi seorang bunda tia.
Tanpa dibumbui.
dan tidak bermaksud menyindir atau merendahkan manusia yang lain.
Karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk sesama.
Kisah perjalanan kami, kekuatan DOA kami dan support dari semua pihak di lingkungan terdekat maupun jauh, membuat kami mampu bangkit dari keterpurukan.
Karena kami yakin dan percaya, semua ini terjadi hanya karena Kuasa Allah SWT.
Allah SWT yang memberikan ujian dan Allah SWT yang juga akan menaikkan derajat kita jika berhasil lulus ujian dengan baik, insha allah.



Selasa, 18 Agustus 2015

ayahku...Opaku...pahlawanku

Semangat pagiiiii...
Kali ini Tia ingin menuliskan perjalanan kehidupan seorang ayah yang alhamdulillah sampai detik ini masih berperan sebagai Pahlawan bagi keluarga.
Ayah dari dua orang anak perempuan.
Suami yang tekun merawat istri yang hampir 6 tahun ini menderita stroke.
Opa yang sayang banget ke cucu semata wayang.

Perjalanan kehidupan pribadiku, sudah pasti tidak seindah cerita dongeng.
Menikah dengan seorang perwira TNI yang berlatar belakang anak bintara TNI.
Mendapat restu dari seorang ayah yang perwira TNI juga dan ikhlas berbesan dengan bintara TNI.
Untuk teman-teman ketahui, ada hubungan hirarkhi di keluarga TNI.
Dan sungguh keikhlasan yang luar biasa hebat bagi seorang perwira mau berbesan dengan seorang bintara.
Sudah selayaknya dan sepatutnyalah menantu yang direstui ini berbakti pada mertua dan orangtuanya sendiri.
Tidak sedikit perjuangan ayah kami untuk menolong menantunya yang satu ini.
Bukan hanya dari sisi rupiah, bahkan ayahanda sampai mencari cara untuk menolong menantu agar bisa lulus Sesko TNI setelah sempat gagal tes ditahun sebelumnya.
Sekolah komando (sesko) yang menjadi kebanggaan jika anda seorang perwira TNI.
Sekolah yang menaikkan derajat kepandaian, kepintaran, kelas pergaulan perwira TNI yang bisa membuka peluang untuk berkarir lebih cemerlang.
Sayang... sangat disayangkan, pertolongan itu tidak sepenuhnya dibalas dengan kebaikan sikap.
Iya,... ternyata menantu yang diharapkan bisa menjaga keluarga besar ini,
menantu yang diharapkan bisa menenangkan hati dan pikiran untuk masa tua ayahanda kami,
justru berbalik menjadi penyebab beban pikiran ayahanda.

Andai ibundaku sehat, mungkin ayahanda bisa berbagi keluh dan kesah pada ibunda.
Tapi kondisi kami tidak se-istimewa itu.
Ayah yang merasa terkhianati hatinya...
Melihat cucunya tidak dirawat, tidak dinafkahi, tidak disayang oleh menantunya...
Melihat anaknya yang seorang diri berjuang dan berperan ganda sebagai ibu dan pencari nafkah keluarga kecilnya...
sungguh... itu pasti beban pikiran yang tidak membuat tenang seseorang yang sudah di masa pensiun.
Dan ayahanda termasuk satu dari sekian banyak orang yang merasa kecewa dengan sikap menantu.
Di depan ayahanda , mantu ini begitu baik dan santunnya.
Sampai pada suatu ketika dia mengakui bahwa dia narkoba.
Dia merasa benar sudah memilih jalan keluar dengan narkoba.
Karena dia merasa tidak sanggup mendidik istri yaitu saya.
Sangat disayangkan, seorang perwira tidak mampu mendidik istri yang berpendidikan juga.
Sangat disayangkan, seorang perwira kalah gengsi untuk mendidik istri yang alhamdulillah lebih rajin beribadah dibandingkan dirinya yang sering lalai dalam shalat lima waktu.

Ayahanda pernah berucap:"teman-teman ayah, di usia tuanya sekarang, justru sudah dilayani oleh menantu. bahkan ada yang sudah dibelikan rumah oleh menantunya. yang ini kok malah ninggalin beban untuk ayah."
Kami coba untuk ikhlas...
Mudah diucapkan, tapi butuh proses yang tidak ringan untuk dikerjakan.
Dan ayahanda kami ini paling khawatir jika kami tidak memiliki uang.
Padahal saya pegawai negri loh, yang jelas banget akan peroleh gaji bulanan.
Dan saya juga punya bisnis MLM oriflame.

Tapi begitulah sikap seorang ayah pada anaknya.
Begitulah sikap seorang Opa pada cucunya.
Beliau tidak mau melihat kami menderita perihal uang.
Sungguh,... terkadang ucapan yang secara realita tidak masuk akal.
Tapi ada yang menyebutkan, ucapan adalah doa.
Dari saya kecil ayah selalu berkata:"soal uang jangan khawatir. jangan merasa tidak ada uang trus berhenti sekolah. uang bisa dicari."
Alhamdulillah...
sedari kecil diajarkan hidup hemat...
sedari kecil diajarkan hidup pas-pasan ala PNS.
Sehingga saat uang itu hadir lebih dari cukup, sangat lebih dari cukup, kami tidak gelap mata dan kalap untuk membelanjakan uang ke kebutuhan tersier menurut kami.

Masih ada cita-cita ayahanda yang belum saya wujudkan.
Perihal rumah tangga saya yang karam , karena secara Islam , saya sudah bisa ajukan gugatan cerai, sudah saya diskusikan juga rencana saya dengan ayahanda.
Perihal cucu yang tidak ditengokayah kandungnya, yang tidak dihubungi ayah kandungnya, yang terkadang muncul rasa kasihan opa kepada cucunya , sudah saya diskusikan dengan ayahanda.

Proses kehidupan ini patut disyukuri.
Dengan segala ujian yang diberi Allah SWT, yakin akan menaikkan kelas kami sebagai manusia.
Jangan bersedih atau merasa kasihan pada seorang anak yang tidak dikunjungi oleh bapak kandungnya yang selalu beralasan SIBUK kerja,...bukan...bukan anak ini yang perlu dikasihani.
Karena anak solehah ini masih memiliki banyak panutan sosok lelaki atau bapak atau kakek yang bisa dijadikan teladan, walopun itu bukan dari ayahkandungnya.
Tapi yang perlu dikasihani adalah seorang bapak yang mensia-siakan anak kandungnya.
Mungkin sekarang dia sehat dan bisa beralasan sibuk kerja.
Tapi lihatlah banyak contoh orangtua yang mengemis minta belas kasih anak yang saat kecil ditelantarkannya dan kini anak tersebut sukses dunia akhirat, insha allah.

Sungguh berat beban ayahanda kami.
Sungguh berat beban opa kami.
Tapi insha allah beban ini ujian kehidupan yang semoga menambah amal ibadah kami menuju pintu surga-Nya.
Yakin dan percaya, Maha Pemberi ujian kehidupan ini sedang menilai lulus atau tidaknya kami menjalani ujian kehidupan.
Bismillah...
Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Mohon bantuan doa dari teman-teman yang membaca ini untuk kesehatan kedua orang tua kami.
Untuk kesehatan opa cut dan oma teti.
aamiin.

Bandung, 19 Agustus 2015
Terima kasih untuk ayahku...opanya Shafa...pahlawan kami.

Rabu, 12 Agustus 2015

miskin

Semangat pagiiiii!!!!

Ada yang bilang, kondisi perekonomian Indonesia saat ini sedang terpuruk.
Ada yang bilang, tukang bakso mogok jualan karena harga daging sapi yang tinggi.
Kalo pun ada yang masih jualan, untuk menyambung kehidupan keluarga, daging sapinya berubah warna putih karena diganti daging ayam.
Ada yang bilang, nilai tukar uang Rupiah terhadap Dollar US mendekati 14ribu.
Ada yang bilang, banyak pedagang mengeluh karena penjualan menurun akibat daya beli berkurang.

Pertanyaannya: "Pedagang yang manakah yang merasakan penjualan menurun akibat daya beli berkurang?"
Kosmetik Oriflame? Tidak!!
Kalo sepi pembeli, bisa alihkan sebagai belanja pribadi.
Kenapa? karena produk kosmetik Oriflame bisa dipake untuk diri sendiri.
Tiap orang pasti butuh mandi.
Oriflame menyediakan sabun, shampo, dan deodorant.
Tiap orang pasti butuh perawatan tubuh.
Oriflame menyediakan body lotion untuk melembabkan kulit dan parfum untuk wangi-wangi.
Tiap orang pasti butuh perawatan wajah.
Minimal terlihat bersih tanpa jerawat ataupun komedo yang mengganggu penampilan.
Oriflame punya rangkaian Pure Skin , Tea tree, Optimals , Love Nature, dll untuk perawatan wajah.

Se-sederhana itu kok bisnis saya ini.
Gak maksain orang lain untuk jadi konsumtif.
Karena kami yang tekun mengerjakan bisnis ini bukan untuk memaksa orang lain untuk konsumtif, tapi mengejar impian lain yang lebih besar, yaitu JENJANG KARIR di oriflame.
Karir???
Apa itu???

Anda pernah dong ya merasakan bangku sekolah.
Ada jenjangnya kan kalo SD itu dari kelas 1 sampai kelas 6.
Sebelum jadi anak SD , ada jenjang yang perlu dilewati yaitu TK-B.
Disini anak belajar baca dan tulis karena syarat masuk harus sudah bisa baca dan tulis.
Tamat dari SD, ada jenjang lagi ke SMP, dan SMA.
Untuk yang berkemampuan ekonomi cukup, bisa melanjutkan ke kuliah.
Atau anda yang cerdas , bisa peroleh beasiswa untuk kuliah.
Itu jenjang sekolahan.
Yang bisa membawa anda ke jenjang karir kehidupan masa depan anda.
Karena setelah kuliah anda akan mencari pekerjaan.
Di masa bekerja anda akan mencari karir untuk lebih mensejahterakan diri anda.

Dengan modal pendaftaran Rp 49.900,-
Anda sudah diberi modal awal untuk berbisnis dalam bentuk Starter Kit.
Anda akan dibimbing para leaders yang sudah berpengalaman untuk menjadi sukses seperti mereka.
Anda cukup memanfaatkan fasilitas yang sudah anda miliki untuk anda belajar dari TIDAK bisa menjadi BISA, hanya dengan menggunakan HP dan media sosial alias pake koneksi internet dari HP/WA/LINE/BB.

Anda bayangkan, jika anda TEKUN, tidak mustahil dalam waktu 2 bulan anda bisa peroleh gaji 1,5juta - 3 juta/bulan.
Sudah sama dengan gaji minimum di negri ini.
Sudah sama dengan gaji orang-orang yang berpendidikan minimal SMA.
Tapi disini anda bisa tingkatkan gaji bulanan anda menjadi 4 juta, 7 juta, 14 juta, 21 juta, 28 juta, 42juta, bahkan bukan hanya itu, anda akan peroleh fasilitas dari perusahaan.
Iya, layaknya karyawan yang loyal dan setia, Oriflame juga memberikan penghargaan pada kami.
Seperti mobil pribadi yang bisa mengantarkan kami bekerja.
Seperti jadwal perjalanan liburan di dalam dan luar negri.
Gak repot urus ini itunya karena semua diurus Oriflame.

Jadi, jika anda merasa situasi ekonomi dan politik negara tercinta ini sedang tidak nyaman, anda pikirkan kembali, yang tidak nyaman itu siapa???
Masih lebih banyak kok yang bisa liburan ke luar negri.
Masih lebih banyak kok yang bisa pergi umroh/haji.
Masih lebih banyak kok yang bisa beli mobil baru.
Masih lebih banyak kok yang bisa beli rumah baru.
Bahkan masih terlalu banyak orang yang melakukan persiapan pernikahan dari mulai yang sederhana sampai yang mewah.
Masih terlalu banyak ibu-ibu yang hamil, yang tentunya butuh biaya besar bukan sekadar untuk persalinan tapi yg lebih penting memberikan gizi terbaik selama masa kehamilan sampai melahirkan dan membesarkan bayi.

Berfikirlah jauh ke depan.
Kalo masih susah kehidupanmu, jangan komentari kehidupan orang lain yang sudah nyaman dan mapan.
Perbaiki saja nasib hidupmu.
Sudah 8 jam per-hari kah anda bekerja efektif mengais rezeki?
Sudah lebih dari 1 sumber penghasilankah yang anda tekuni saat ini?
Jika cuma 1 sumber penghasilan dan anda paham itu kurang, maka carilah tambahan penghasilan dengan bergabung di bisnis Oriflame bersama Tia.
Jika anda bekerja kurang dari 8 jam sehari maka tingkatkanlah jam kerja anda.

Tetap optimis.
Tetap semangat.
Tetap kreatif untuk kehidupan yang lebih baik.

TiaYusri
WA/Line. 08137059263
Pin BB. 277d6aa3

Kamis, 23 Juli 2015

Semua tentang Anda – Peluang Bisnis Oriflame

Semua tentang Anda – Peluang Bisnis Oriflame: Oriflame hadir untuk orang seperti Anda. Produk yang kami buat serta peluang memiliki penghasilan yang dinamis yang kami tawarkan, semua diciptakan untuk Anda.

Minggu, 19 Juli 2015

Libur Lebaran 1-4 Syawal 1436H / 17-20 Juli 2015

Semangat pagiiiii...
Berbagi cerita kali ini tentang liburan kami sekeluarga dalam rangka cuti bersama Idul Fitri 1436H.
Keluarga dalam artian keluarga dari Fa yang hanya terdiri dari Opa,Oma, bunda tia,dan mama Meli (tante).
Lebaran kok liburan sih??
Iya, ini kebetulan beberapa tahun belakang ini, tantenya Fa memang hanya punya waktu libur cukup lama (2 hari) tanggalan merah di kalender,cuma di lebaran seperti ini.
Hari lain, tantenya atau kami memanggil dengan Mamel,sibuk kerja di rumah sakit.
Jadi, Mamel ingin beristirahat membawa ayah dan ibu berlibur.
Saya dan Fa ikut kecipratan rezeki.

Kami memilih liburan di hotel.
Karena bisa membawa Fa bergembira dengan renang di hotel.
Karena gak repot urusan beberes rumah (ART mudik lebaran).
Karena gak repot urusan mencari makanan dan cuci piring.
Intinya bersantai dan berkumpul menikmati suasana keluarga.
Memilih hotel bukan perkara mudah untuk kami.
Karena walopun hanya berlima, dalam rombongan kami ada ibunda (oma) yang berkursi roda dan ananda yang masih balita.
Jadi pake request ke pihak hotel untuk minta kamar yang conecting door dan lingkungan yang ramah untuk pengguna kursi roda.
Sebab tidak semua hotel berbintang memiliki akses peduli pada pengguna kursi roda.
Tanya kesana kemari,mencari referensi,akhirnya pilihan kami jatuh pada satu dari sekian banyak hotel di kawasan sudirman jakarta.
Tentunya tetap memilih hotel yang harga ekonomis...hihihihi.

Hotel ini hotel lama telah direnovasi.
Sarapan paginya menyenangkan karena banyak pilihan.
Pelayanan hotelnya pun cepat dan tidak pelit pada penghuni hotel.
Pengamanannya juga sangat baik.
Liftnya pun ada 6 buah untuk ke kamar.
Mau jalan-jalan ke rumah sodara di jakarta juga enak karena lalulintas yang tergolong sepi.
Mau jalan-jalan ke pusat perbelanjaan kalangan kelas atas jakarta juga dekat.
Gak perlu belanja, sekadar keliling dan makan siang pun cukup.
Tapi...bersiap dengan harga yang di atas rata-rata ya karena kawasan sudirman kan memang elit.
Dapat sate padang 1 bungkusnya 24 ribu.
Valet parking 100ribu...hahahaha.

Pertanyaannya,apa saya ini mampu membayar hotel 3malam 4hari???
TIDAK!!!
Gaji saya 1 bulan++ hanya cukup untuk biaya hotel 1kamar.
Kondisi inilah yang menyadarkan saya, kenapa semakin banyak orang yang merantau ke jakarta.
Karena memang disini semuanya bisa menghasilkan duit asalkan anda juga mau bekerja.
Trus apa lagi yang menyadarkan saya?
Posisi saya secara ekonomi dengan 8 tahun bekerja dan lulusan S2, tidak membuat saya mampu menikmati fasilitas seperti hotel ini.
Sedih?iya!!!
Karena level saya bukan di hotel bintang 5 kawasan sudirman jakarta.
Tapi di hotel bintang 3 di pinggiran jakarta.

Apakah saya tidak boleh bermimpi untuk menaikkan kelas ekonomi saya?
BOLEH!!!
Apakah saya hanya dan akan selalu menjadi penonton untuk mereka yang menikmati fasilitas jakarta?
TIDAK!!!

Ini baru hotel dan pusat perbelanjaan.
Belum lagi impian yang lain sebagai muslimah yang ingin naik haji.
Belum lagi biaya pendidikan anak yang katanya lebih baik memilih di swasta daripada di negri bikin deg-degan jika tak masuk di last minute.
Belum lagi iuran-iuran di lingkungan tempat tinggal.
Belum lagi bayar pajak bulanan dan semua tagihan bulanan yang jika tertunda akan dikenakan denda.

Hidup hemat sepanjang hayat dikandung badan itu gak enak banget.
Yang enak itu hidup hemat tapi pendapatan terus naik, ini baru enak.

Bermimpi...
Dan harus saya perjuangkan.
Andai masih ada umur dipertemukan kembali dengan Idul Fitri 1437H, ingin rasanya saya lebih mampu secara ekonomi untuk "menyumbang" peran di liburan ini.
Bukan sekadar sate padangdi bungkus.
Bukan sekadar membayar uang parkiran di mal/plaza.

Caranya dari mana?
Insha allah sudah punya bisnis MLM Oriflame sebagai tambahan penghasilan.
Insha Allah diberi kesehatan akan berjuang lebih keras.
Sudah peroleh 4-5juta/bulan.
Sudah peroleh cash award 7juta.
Tentunya saya akan berusaha untuk naikkan kelas ekonomi saya 2 tingkat lebih tinggi dari hari ini yaitu peroleh cash award 21juta, insha allah.


Up Grade IMPIAN.
Tia
Direktur @oriflame via d'BCN
WA/Line. 081370592603
BB. 277d6aa3

Semoga Allah SWT menerima amalan ibadah kita di bulan Ramadhan untuk kembali menjadi manusia terpilih yang suci lahir dan batin...aamiin.

Jumat, 26 Juni 2015

Apartemen pertama kamiiiii

Semangat pagiiiiii!!!!

Inilah sifat keras hati saya yang pengen banget punya rumah di Bandung.
Tahun 2011 berusaha untuk mencari property senilai Rp 200juta dengan lokasi yang cocok untuk keseharian saya yang mobile bandung-cibubur.

Saya memang kerja di Bandung.
Namun karena pertimbangan ex-suami yang pengen punya rumah dekat dengan kantornya di Cilangkap, maka saya mengalah untuk kemudian dibantu DP dari ayahanda, kami berhasil mencicil rumah tipe 43/90 di kawasan Cibubur tahun 2009 seharga Rp250.000.000,- (250juta).
Iya... pada akhirnya memang saya yang bolak-balik seminggu sekali Bandung-CIbubur.
Terkadang menyetir sendiri,
Terkadang ikut travel.
Bahkan saat hamil pun seperti itu.
Gak capek? Kaloditurutin capek, memang capek.
Gak dianter jemput ex-suami? kebetulan tidak.
Gak berencana pindah ke jakarta atau bogor? Sudah berusaha namun tidak mendapat butuh dari beberapa univesitas yang saya kunjungi.
Gak berencana berhenti? Tidak, karena menjadi PNS Dosen saya abdikan sebagai bakti saya terhadap orangtua yang sudah menyekolahkan saya sampai jenjang S2. 
Dan kondisi keuangan kami yang baru belajar memiliki rumah memang tidak bisa hanya berasal dari 1 sumber penghasilan.
Saya hanya berusaha untuk menjadi istri yang patuh pada suami.
Sesuai komitmen awal pernikahan kami waktu itu.

Seiring berjalannya waktu,
Sudah memiliki anak,
Mulai berasa butuh banget rumah di Bandung.
Cari-cari informasi, kesana kemari,
Harga property di kota/kab bandung tergolong fantastis.
Bahkan dengan lokasi yang tidak dekat dengan jalan besar, harganya saja bisa lebih mahal dari rumah saya di cibubur.

Barangkali memang sudah jalannya, saya dapat informasi ttg apartemen di Pasteur.
Tipe terkecil studio dengan LK. 21m2, harganya cocok dengan budget Rp200juta.
Walopun 200juta itu hasil keroyokan ya!!!
Bukan uang saya pribadi yang kala itu baru 2 tahun menjadi PNS.

Kenapa perlu dipertegas baru 2 tahun PNSnya?
Sebab ada teman yang bertanya:"kok bisa punya apartemen, beli rumah lagi, punya mobil, ...emang penghasilan ibu perbulannya berapa?"
hihihi... penghasilan bulanan itu kan gak selamanya dari 1 sumber gaji.
Penghasilan bulanan itu bisa dari bisnis Oriflame yang saya tekuni.
Penghasilan bulanan itu bisa dari pemberian beberapa orang yang memang tulus ikhlas membantu saya dan ananda saya.
Jadi, kalo ditanya uang darimana datangnya?
Jawaban saya tetap sama: uang itu datangnya dari Allah SWT.
Kalo dihitung diatas kertas, pasti minus.
Tapi saya bisa bertahan untuk hidup normal.
Kuncinya juga sama: DOA + USAHA gak pernah putus. 
Hasilnya serahkan pada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Saya gigih atau keras hati berusaha meyakinkan ayahanda dan ex-suami untuk membeli apartemen.
Ex-suami menyatakan dia tidak sanggup membantu keuangan karena mesti mencicil rumah kami & dia berencana sekolah Sesko.
Walopun pada beberapa kesempatan 2x KPR menunggak, tetap saya yang wajib BAYARin.#jlebb.
Ayahanda mau membantu untuk DP apartemen saja.
Oke lah... dengan modal NEKAD dan TEKAD butuh rumah di bandung seharga 200juta,saya beranikan diri untuk serahkan DP ke apartemen ini di Oktober 2011.
Dengan pilihan pembayaran cicil KPA.
Nah... saat menjelang proses KPA itu, kami diskusikan kembali.
mempertimbangkan untung / rugi mencicil atau memiliki HUTANG/kredit.
Setelah diskusi panjang, akhirnya adik saya, yang waktu itu baru saja merintis karirnya sebagai dokter spesialis, berkenan untuk membantu.
Yap... akhirnya apartemen ini pake pembayaran CASH bertahap yang lumayan ringan.
Pembagiannya 75% adik pake gaji dari Kantornya di RSUD & 25% saya pake gaji dari UPI bandung.
Jadi... apartemen ini milik kami.
Kami dua bersaudara karena dibelikan ayahanda apartemen, bukan milik pribadi dari Tia.

Alhamdulillah pembayaran cash bertahap berjalan lancar.
Terakhir selesai di September 2013.
Senang rasanya... selesai cicilan cash bertahap.
Hitung-hitung, nabung gaji pokok jadi apartemen...hihihi.
Kalo gak seperti ini, yakin banget itu gaji pasti habis saja untuk beli yang dikira butuh padahal cuma pengen ikut-ikutan.

Ternyata ya...
walopun saya magister teknik sipil,
baru berasa kalo membangun apartemen alias rumah vertikal, butuh waktu yang gak sebentar.
Jika rumah landed bisa 3-4bulan.
Apartemen ini belum 100% selesai, itu saja ada keterlambatan sampai 2 tahun.
Tapi tetap bersyukur, karena insha allah sebentar lagi serah terima kunci.
Hanya saja, sepertinya belum bisa ditempati karena secara keseluruhan gedung pun belum finishing.

Adakah hubungannya dengan gaji Oriflame?
Tentunya ada.
Semenjak berani berinvestasi di apartemen,...
Saya jadi berani untuk mencari penghasilan bulanan bukan berasal hanya dari satu sumber.
Tapi beberapa sumber lebih baik dan menenangkan.
Letih memang...
Namun dari letih ini saya mendapatkan pencerahan, saya mendapatkan ilmu baru.
Semuanya bermanfaat.

Mohon doanya teman-teman,...
ini apartemen kami yang pertama...
Semoga lancar saja semuanya sampai bisa ditempati.
Insha Allah jika Allah mengijinkan, kami akan belajar berinvestasi di property yang lain.
Iya, kami memang bukan orang kaya karena keturunan.
Maklum, kami keturunan Syekh D.Djambek dari Bukittinggi dan Effendi Dt. Batuah seorang kepala sekolah jaman Belanda di Palembayan, kabupaten Agam.
Bukan dari keturuan urang awak yang pandai manggaleh (pedangang).
Investasi ini dunia baru bagi kami.
Karena dari dulunya hanya ada sekolah,sekolah, dan sekolah baru kemudian kerja...hahaha.

Terima kasih untuk ayahanda dan ibundaku.
Terima kasih untuk adindaku.
Terima kasih untuk anandaku.
Terima kasih untuk gaji PNSku.
Terima kasih untuk gaji Oriflameku.
Allah SWT begitu baik padaku, alhamdulillah...alhamdulillah... segala Puji bagi Allah SWT.

Tia
Direktur @d'BCN Oriflame
WA/LINE: 081370592603
BB.277d6aa3

Selasa, 21 April 2015

butuh uang tapi

Semangat pagiiiiii!!!
Belakangan ini, banyak individu yang jika
ditanya (Q):"butuh uang gak?"
Jawabannya (A): "siapa sih yang gak butuh uang?"
Q:"punya impian gak?"
A:"pastilah punya."
Q: "butuhnya berapa?"
A:"yaaaa berjuta-juta."
Q:"kapan mau diwujudkan?"
Lamaaaa banget gak di jawab-jawab.

Tandanya apa?
Butuh uangnya cuma lip service alias manis dimulut tapi gak nyampe di hati apalagi di otak (baca: logika).
Kenapa?
Biasanya karena sudah nyaman dengan kehidupan sekarang.
Nyaman dengan suami sebagai sumber pencari nafkah utama, walopun kerjaan suami ngepas banget untuk makan sehari-hari dengan kerja lebih dari 8jam/hari.
Nyaman dengan rumah kontrakan , yang sebenarnya kalo hujan kebanjiran dan lingkungan yang tidak nyaman untuk tumbuh kembang anak. Sebab jika mencari kontrakan dengan lingkungan yg baik, minimal kontrak saat ini untuk tipe 43m2 di atas 30juta/tahun.
Padahal diri sendiri sebagai istri tiap dikasih uang belanja, bingung untuk kelola keuangan 1 bulan. Mau minta lagi sama suami, suka kasian dan biasanya terjadi pertengkaran di rumah tangga.

Kemudian dia menjawab
A:"3bulan lagi. bisa gak ya mba?"
Q:"bergantung dirimu sendiri. kamulah yg memotivasi dirimu. karena kamu tahu kebutuhanmu, bukan aku."
A:"ya udah deh dicoba aja."
Belum 30 hari menjalani, ternyata A sudah gampang menyerah dan putus asa.
Lanjut lagi alasannya.
A:"duch mba, ternyata kok susah ya MLM Oriflame ini. aku gak pinter jualan ngerayu orang. udah gitu barangnya dibilang mahal-mahal. mereka minta bayarnya kredit. gimana ini?"
Q:"saya sampaikan di awal, saya bukan motivator. kalo kamu butuh, kamu yang berusaha. saya sudah share semua ilmu, saya sudah beri trik dan tipsnya, sudah saya beri contoh teman kita yang tekun dan berhasil raih impian jangka pendeknya. nah kamunya udah nyobain aksi belum dari training-training itu?"
A: "belum mba."

Sayang yaaa...
Fasilitas dia punya.
HP smartphone yang berandroid , dia punya...
Fesbuk, dia selalu update dengan foto selfie bak artis di rumah besar...
Tapi ...
saat tergiur, pengen seperti saya yang sukses (katanya) dan minta diajarin caranya, ternyata mentalnya gak sekuat baja.
Dirinya ini lupa bahwa orang yg dilihatnya sukses itu berproses.

Saya sukses bukan sehari atau dua hari, tapi berbulan-bulan.
Saya berkarir sebagai PNS dosen itu bukan yg sekolah 9 tahun trus jadi, tapi 23tahun hidup saya dihabiskan untuk sekolah + kuliah.
Saya tes CPNS bukan tanpa penolakan.
Saya bukan yang hidupnya nyaman dengan suami yang bertanggung jawab kasih nafkah lahir batin.
Saya bukan yang hidupnya nyaman dengan disayang mertua.
Saya bukan yang hidupnya nyaman dengan memiliki ipar yang peduli.

Saat saya butuh uang untuk bayar tunggakan KPR, apakah anda dan mereka membantu saya?
Saat saya butuh uang untuk bayar biaya sekolah anak, sudah seperti mengemis pada suami , apakah dia langsung memberi?
Saat saya butuh pelukan 20 detik untuk menstimulus nambah support, apakah hadir dirinya?
Jangankan hadir, sy bertahun di doktrin sampai saya berada di titik nadir sebagai seorang manusia.

Bersyukur saya masih punya Tuhan...
Saya doa tak pernah putus,...
berharap airmata yg menetes 3 tahun yll ditiap malamnya akan memperpanjang doa saya.
Alhamdulillah...
kehidupan financial saya saat ini jauh lebih baik.
Bersyukur juga tidak memilih ikut perintah beliau untuk resign dari PNS karena secara logika gajinya saja tidak cukup untuk biaya rumah tangga kami waktu itu.
Bersyukur saya bertemu oriflame yang bisa support keuangan saya tiap bulannya.
Yang bisa support karir saya tiap tahunnya.

Teman-teman jauuuuuh lebih beruntung dari saya.
Punya mertua yang support...
Punya suami yang bertanggungjawab...
hanya tinggal dirimu sendiri.
Jika masih sehat dan sadar banget harus bantu suami untuk masa depan anak, maka kerjakanlah Oriflame dengan tekun dan sungguh-sungguh.
Buang jauh rasa ragu.
Indonesia ini luas...
perluaslah pergaulanmu...
manfaatkan media sosial dengan bijaksana untuk menambah pertemanan yang baik.

Anda gak butuh ijazah disini kok.
Anda hanya butuh modal awal Rp 49.900,- biaya pendaftaran + KTP.
Jika anda merasa gak pinter jualan, beli katalog lebih banyak 20buah hanya Rp 69.900 dan percayakan katalog itu menceritakan sendiri keunggulan ratusan produk didalamnya.
Yakin bahwa oriflame lah yg akan menjadi kendaraan anda untuk membahagiakan keluarga anda.

Masa sih gak punya mimpi untuk nyekolahin anak di sekolah yang favorit?
Masa sih gak punya mimpi untuk beli mobil?
Masa sih gak punya mimpi untuk beli rumah?
Masa sih gak punya mimpi untuk memberi uang bulanan pada orang tua atau mertua bukan dari sisa belanja bulanan rumah tangga tapi memang dijatah 5juta / bulan misalnya?
Masa sih gak punya mimpi untuk naik haji sebelum usia 40tahun?
Masa sih gak punya mimpi untuk umroh bersama keluarga?

Hidup nyaman standar orang kaya itu memang enak kok.
Jangan anda menyaman-nyamankan kehidupan kini yang nyata susah atau miskin seperti saat ini yaaa!!!

Tia
Direktur @d'BCN @oriflame
HP/WA. 081370592603