Kemarin 27 maret 2013...
Kaget sebenarnya pagi-pagi buka BB sudah banyak banget psotingan di grup personal uplen.
Pihak A mempertanyakan suatu hal.
Pihak B, C, dan D merasa pertanyaan tersebut tidak sepantasnya dipertanyakan.
Yang membuat hati ini lemas ... mengapa adu argumentasinya di forum yang ada anggota lama/baru dan mereka semua membaca "tanya-jawab" tersebut.
Attitudekah itu?
Ini yang selalu disinggung.
Sepertinya hanya mereka yang lebih paham dan ahli perihal attitude.
Saya hanya teringat pesan-pesan co-founder, dari sedikit training yang saya ikuti:
1. Kita HARUS ingat bahwa tidak semua DONLEN itu seumuran dengan uplennya.
Ada yang lebih tua atau ada yg terlalu muda.
Jadi, pandai-pandailah berbicara , bedakan bicara dengan yang seumuran dan yang tidak seumuran.
2. Dikejar target poin? YA!!!
Tapi jangan memPANTASkan diri untuk menunjukkan kita sedang ada masalah.
Buang semua permasalahan di belakang saat berhadapan dengan orang lain.
Bahkan dengan orang yang menyebalkan sekalipun.
3. Yang saya tangkap jika co-founder menemukan donlen yang memberikan pertanyaan tidak semestinya ditanyakan, belio hanya mengetik :"direkturnya mana ini ya?" kemudian si direktur dari donlen tadi muncul dan permasalahan di bahas sepertinya antara donlen dan direktur.
Salah seorang psikolog pernah berkata, tidak semua manusia BISA memahami teori yang sama dengan penyampaian yang caranya sama.
Contoh: gak semua orang suka matematika. Gak semua orang suka ilmu sosial. Terus gimana caranya supaya tiap-tiap orang dapat tertarik?
Kita sebagai pemberi informasi harus CERDAS mencari cara untuk menyampaikan informasi tersebut.
Contoh lagi:
ada sekelompok anak TK membahas topik ttg salju.
Cara penyampaiannya bermacam-macam: pake video ttg salju, membuat salju,bercerita tentang salju, menggambar ttg salju. Artinya, JANGAN gunakan 1 pintu yang sama untuk semua anak.
Saya paham mereka sedang dikejar target.
Saya paham mereka berkata bahwa poin donlen tidak memperkaya uplen.
Saya paham mereka menggantungkan hidup dari MLM ini.
Saya paham mereka lebih banyak waktu untuk menjalani MLM ini.
Tapi...
Saya lebih senang jika mereka membalas dengan kata-kata yang singkat, padat dan jelas namun tidak menyakiti hati yang membaca atau bahkan membuat takut para pembaca.
Mereka bukan guru yang sedang menasehati murid.
Mereka bukan orangtua yang sedang menasehati anak.
Mereka bukan bos yang sedang menasehati karyawannya.
Mereka bukan komandan yang sedang menasehati anggotanya.
Mereka itu..uplen...yang sedang menasehati tim kerjanya.
Saling support dan saling membutuhkan.
Yuuuuks lakukan bisnis MLM dengan FUN...
dikejar target boleh, tapi saat terdesak dengan masalah, ada baiknya mengambil air wudhu (bagi muslim), menunggu kepala dingin dan hati yang tenang, selanjutnya merespon.
Itulah yang akan mencerminkan leader yang ditunggu-tunggu semua donlen seperti binar-binarnya co-founder.
Semoga semua IMPIAN kita bersama sebagai konsultan MLM BISA terpenuhi... aamiin
Pengen tau MLM yang ku jalani apa?
SMS ya: 081370592603
Bundacerdas peroleh tambahan penghasilan dengan tetap berikan service terbaik untuk keluarga
Bundacerdas
- Tia | @Oriflame via d'BCN | WA/LINE:081370592603
- Bundacerdas yang berhasil peroleh tambahan penghasilan demi buah hati
Rabu, 27 Maret 2013
Sabtu, 02 Maret 2013
parenting #3 minat dan bakat anak
Alhamdulillah...tanggal 2 maret 2013 kembali menghadiri parenting @galenia.
Temanya: Temuan minat danbakat anak sejak dini
Pembicara: bunda evie (psikolog)
Awalnya bulan Februari, anak-anak galenia melakukan finger print.
Walopun hasil dari finger print ini belum di akui akurat 100%, gak ada salahnya ya menyimak dari usia dini.
Parenting kali ini membahas poin-poin yang ada di finger print.
Psikolognya menyampaikan bahwa lebih baik, anak usia SMP sudah BISA memiliki keinginan kuat akan jadi apa dirinya nanti.
Sehingga saat di SMA , anak BISA fokus untuk masuk bidang IPA atau IPS atau Bahasa.
Sekarang ini cenderung, anak SMA bahkan tidak tau proses dia untuk mewujudkan akan jadi apa kelak.
Yang ada dipikiran rata-rata anak SMA hanya gimana caranya punya gadget teranyar yang canggih, punya motor baru, bisa jalan-jalan ke mal, punya branded ini-itu yang semuanya mengarah ke materialistis.
Contoh:
Anak A pengen kerja masuk di ITB dan bercita-cita ke freeport.
Tapi ...nilai matematika dan fisikanya di bawah standar.
Anak B dari luar kota mau masuk SMA favorit di bandung , pengen masuk kedokteran Unpad katanya.
karena di kampungnya belum ada yg jadi dokter.
Tapi saat psikolog ini berkata: "duch saya sakit perut perih, kenapa ya?"
Anak B: " kenapa ya bu...ooooh itu mah karena ibu lapar aja tuh!!!"
Menjawab sekenanya saja tanpa ada empati bahwa naluri dia nanti akan menjadi dokter.
Menurut psikolog ini, semestinya anak B menjawab sesuai ilmu biologi.
"Sakit perut perih bisa disebabkan karena stres yang menimbulkan maag aibat asam lambungnya tinggi."
Fenomena yang terjadi di masyarakat...
Cita-cita atau profesi yang di NILAI hebat dan PINTAR adalah dokter atau insinyur (sarjana teknik)
Bidang lain...dipandang sebelah mata.
Orang tua akan bangga jika anaknya dokter, tanpa melihat dan menimak kemampuan otak dan nalar anak.
Sy punya contoh nyata.
Orang tua (ayah ibu) anak C dokter.
Mereka 3 bersodara.
2 kakak dari si anak C ini sudah memilih jalur ekonomi dan bekerja di Amerika.
Berhubung C anak bungsu, orangtua memaksakan dia untuk jadi dokter meneruskan profesi orangtuanya.
Sayang, kemampuan C menurut teman-teman dan dosen di kampus kedokterannya tidak ada sedikitpun ke bidang kedokteran.
C sering tidak fokus.
Akhirnya apa?...terakhir mendengar kabar C ini meninggal dunia karena over dosis.
Ironis ya...ortu dokter, anak meninggal karena obat terlarang.
Penyesalan hanya datang belakangan.
Fenomena lainnya:
banyak sekali orang yang bekerja tidak sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajarinya selama masa sekolah dan kuliah.
Artinya...begitu banyak waktu yang dibuang untuk mencari ilmu yang tidak dipakainya dalam pekerjaan.
Sehingga saat memasuki dunia kerja yang bertolak belakang dari keilmuan atau title sarjananya, dia harus bekerja keras (kembali) untuk memperlajari ilmu baru di kantornya tersebut.
Bercermin pada diriku sendiri:
Alhamdulillah...bersyukur tiada henti atas kebaikan orangtuaku.
Sy bisa menilai diri saya dibandingkan adik bahwa saya ini tidak cerdas dibandingkan adik.
Kenapa? karena adik saya itu cukup membaca 1x buku pelajaran, ilmu yang dibacanya sudah nyangkut di otaknya.
kalo saya, harus RAJIN membaca buku yang sama sampai 3x baru ilmu tersebut nyangkut di otak saya.
Pernah saat masa SMP, sore hari saya rutinkan belajar.
Adik saya tiap sore bermain...hahahaha.
Tapi dengan rajinnya saya dan cerdasnya adik, prestasi kami tidak jauh berbeda.
buktinya, saya BISA masuk kelas klasifikasi #1 di SMPN 1 Balikpapan,berkumpul dengan orang-orang cerdas lainnya.
Di SMP inilah saya mulai memahami diri saya dan akan jadi apa saya kelak.
Jika dilihat dari mata pelajaran, susah payah saya belajar BIOLOGI.
Ibu sy yang dokter sampai turun tangan membantu saya menghafal biologi.
Mulai dari membelikan stabilo, membuat ringasan mapping bahan yang baru saja di baca, membaca bukunya dengan suara keras dengan harapan dapat direkam otak dengan cepat.
Namun hasilnya, tetap saja nilai biologi saya di bawah matematika...hahahahha.
Saya memang dari kecil bercita-cita jadi DOSEN.
Disebabkan melihat kegiatan IBU yang dokter dan juga dosen namun masih sempat mengurus saya dari mulai saya bangun pagi sampai terlelap, mengantarjemput saya dari dan ke sekolah, semua rutinitas saya dan adik selalu didampingi ibu.
Untuk jadi dokter, sejak SMP saya menyadari kekurangan saya.
memahami biologi saya tidak secepat saya memahami matematika dan fisika.
Ibu menghibur saya dengan mencontohkan ke almarhumah Etek Keni (zukeini effendi) yang menjadi dosen planologi ITB.
Ibu mencontohkan ke sosok Etek Keni bahwa jadi dosen itu tidak melulu identik dengan dosen+dokter seperti ibu, tapi BISA jadi dosen+insinyur.
Bahkan Etek pernah berkata: "masuk ekonomi atau hukum gak apa-apa. Asalkan saya suka, saya menyenangi ilmu yang saya ambil. Hasilkan karya yang terbaik dari tiap bidang ilmu yang diambil."
Syukur alhamdulillah...saya BISA meneruskan profesi yang sudah turun temurun dikeluarga kami yaitu pendidik.
jaman kakek+nenek dan uyut semuanya kepala sekolah alias guru.
Anak dan saya cucu mereka jadi DOSEN.
Semoga saja saya BISA mengantarkan MINAT shafa menjadi staf pengajar.
bidang ilmunya disesuaikan dengan minta dan bakat anak saya.
karena sekali lagi...
untuk saya, profesi dosen/guru TIDAK jadi alasan untuk TIDAK mengurus anak.
SALAM SUKSES teman-teman...
No.HP sy: 081370592603
Temanya: Temuan minat danbakat anak sejak dini
Pembicara: bunda evie (psikolog)
Awalnya bulan Februari, anak-anak galenia melakukan finger print.
Walopun hasil dari finger print ini belum di akui akurat 100%, gak ada salahnya ya menyimak dari usia dini.
Parenting kali ini membahas poin-poin yang ada di finger print.
Psikolognya menyampaikan bahwa lebih baik, anak usia SMP sudah BISA memiliki keinginan kuat akan jadi apa dirinya nanti.
Sehingga saat di SMA , anak BISA fokus untuk masuk bidang IPA atau IPS atau Bahasa.
Sekarang ini cenderung, anak SMA bahkan tidak tau proses dia untuk mewujudkan akan jadi apa kelak.
Yang ada dipikiran rata-rata anak SMA hanya gimana caranya punya gadget teranyar yang canggih, punya motor baru, bisa jalan-jalan ke mal, punya branded ini-itu yang semuanya mengarah ke materialistis.
Contoh:
Anak A pengen kerja masuk di ITB dan bercita-cita ke freeport.
Tapi ...nilai matematika dan fisikanya di bawah standar.
Anak B dari luar kota mau masuk SMA favorit di bandung , pengen masuk kedokteran Unpad katanya.
karena di kampungnya belum ada yg jadi dokter.
Tapi saat psikolog ini berkata: "duch saya sakit perut perih, kenapa ya?"
Anak B: " kenapa ya bu...ooooh itu mah karena ibu lapar aja tuh!!!"
Menjawab sekenanya saja tanpa ada empati bahwa naluri dia nanti akan menjadi dokter.
Menurut psikolog ini, semestinya anak B menjawab sesuai ilmu biologi.
"Sakit perut perih bisa disebabkan karena stres yang menimbulkan maag aibat asam lambungnya tinggi."
Fenomena yang terjadi di masyarakat...
Cita-cita atau profesi yang di NILAI hebat dan PINTAR adalah dokter atau insinyur (sarjana teknik)
Bidang lain...dipandang sebelah mata.
Orang tua akan bangga jika anaknya dokter, tanpa melihat dan menimak kemampuan otak dan nalar anak.
Sy punya contoh nyata.
Orang tua (ayah ibu) anak C dokter.
Mereka 3 bersodara.
2 kakak dari si anak C ini sudah memilih jalur ekonomi dan bekerja di Amerika.
Berhubung C anak bungsu, orangtua memaksakan dia untuk jadi dokter meneruskan profesi orangtuanya.
Sayang, kemampuan C menurut teman-teman dan dosen di kampus kedokterannya tidak ada sedikitpun ke bidang kedokteran.
C sering tidak fokus.
Akhirnya apa?...terakhir mendengar kabar C ini meninggal dunia karena over dosis.
Ironis ya...ortu dokter, anak meninggal karena obat terlarang.
Penyesalan hanya datang belakangan.
Fenomena lainnya:
banyak sekali orang yang bekerja tidak sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajarinya selama masa sekolah dan kuliah.
Artinya...begitu banyak waktu yang dibuang untuk mencari ilmu yang tidak dipakainya dalam pekerjaan.
Sehingga saat memasuki dunia kerja yang bertolak belakang dari keilmuan atau title sarjananya, dia harus bekerja keras (kembali) untuk memperlajari ilmu baru di kantornya tersebut.
Bercermin pada diriku sendiri:
Alhamdulillah...bersyukur tiada henti atas kebaikan orangtuaku.
Sy bisa menilai diri saya dibandingkan adik bahwa saya ini tidak cerdas dibandingkan adik.
Kenapa? karena adik saya itu cukup membaca 1x buku pelajaran, ilmu yang dibacanya sudah nyangkut di otaknya.
kalo saya, harus RAJIN membaca buku yang sama sampai 3x baru ilmu tersebut nyangkut di otak saya.
Pernah saat masa SMP, sore hari saya rutinkan belajar.
Adik saya tiap sore bermain...hahahaha.
Tapi dengan rajinnya saya dan cerdasnya adik, prestasi kami tidak jauh berbeda.
buktinya, saya BISA masuk kelas klasifikasi #1 di SMPN 1 Balikpapan,berkumpul dengan orang-orang cerdas lainnya.
Di SMP inilah saya mulai memahami diri saya dan akan jadi apa saya kelak.
Jika dilihat dari mata pelajaran, susah payah saya belajar BIOLOGI.
Ibu sy yang dokter sampai turun tangan membantu saya menghafal biologi.
Mulai dari membelikan stabilo, membuat ringasan mapping bahan yang baru saja di baca, membaca bukunya dengan suara keras dengan harapan dapat direkam otak dengan cepat.
Namun hasilnya, tetap saja nilai biologi saya di bawah matematika...hahahahha.
Saya memang dari kecil bercita-cita jadi DOSEN.
Disebabkan melihat kegiatan IBU yang dokter dan juga dosen namun masih sempat mengurus saya dari mulai saya bangun pagi sampai terlelap, mengantarjemput saya dari dan ke sekolah, semua rutinitas saya dan adik selalu didampingi ibu.
Untuk jadi dokter, sejak SMP saya menyadari kekurangan saya.
memahami biologi saya tidak secepat saya memahami matematika dan fisika.
Ibu menghibur saya dengan mencontohkan ke almarhumah Etek Keni (zukeini effendi) yang menjadi dosen planologi ITB.
Ibu mencontohkan ke sosok Etek Keni bahwa jadi dosen itu tidak melulu identik dengan dosen+dokter seperti ibu, tapi BISA jadi dosen+insinyur.
Bahkan Etek pernah berkata: "masuk ekonomi atau hukum gak apa-apa. Asalkan saya suka, saya menyenangi ilmu yang saya ambil. Hasilkan karya yang terbaik dari tiap bidang ilmu yang diambil."
Syukur alhamdulillah...saya BISA meneruskan profesi yang sudah turun temurun dikeluarga kami yaitu pendidik.
jaman kakek+nenek dan uyut semuanya kepala sekolah alias guru.
Anak dan saya cucu mereka jadi DOSEN.
Semoga saja saya BISA mengantarkan MINAT shafa menjadi staf pengajar.
bidang ilmunya disesuaikan dengan minta dan bakat anak saya.
karena sekali lagi...
untuk saya, profesi dosen/guru TIDAK jadi alasan untuk TIDAK mengurus anak.
SALAM SUKSES teman-teman...
No.HP sy: 081370592603
Rabu, 27 Februari 2013
Alhamdulillah...lepas diaper/popok
Bandung, 27 februari 2013
Sudah lebih dari 1 minggu ini, anandaku berHASIL lepas diapers.
Awalnya saya siapkan 1 hari berada di rumah saja tanpa popok.
Bocor memang iya...namanya juga baru belajar.
Saya dan anak bekerjasama.
"Jika merasa sudah ingin pee, mohon bilang ke bunda."
Daaaaan...percobaan 1 hari ini berhasil.
Anandaku sudah MULAI ngomong kalo pengen pee dan minta ke kamar mandi.
Lusanya saya cerita ke guru-guru di PG.
Alhamdulillah dapat dukungan.
Janjian selasa tanggal 19 februari 2013 mulai ke PG tanpa diapers.
Daaaan sampai hari ini sudah tidak lagi menggunakan diapers.
Pup pun sudah di closet kamar mandi.
Perjalanan bandung-cibubur PP berhasil ditempuh tanpa mengompol di mobil.
Solusinya? memanfaatkan rest area di sepanjang tol.
Good job Shafa...
Sudah lebih dari 1 minggu ini, anandaku berHASIL lepas diapers.
Awalnya saya siapkan 1 hari berada di rumah saja tanpa popok.
Bocor memang iya...namanya juga baru belajar.
Saya dan anak bekerjasama.
"Jika merasa sudah ingin pee, mohon bilang ke bunda."
Daaaaan...percobaan 1 hari ini berhasil.
Anandaku sudah MULAI ngomong kalo pengen pee dan minta ke kamar mandi.
Lusanya saya cerita ke guru-guru di PG.
Alhamdulillah dapat dukungan.
Janjian selasa tanggal 19 februari 2013 mulai ke PG tanpa diapers.
Daaaan sampai hari ini sudah tidak lagi menggunakan diapers.
Pup pun sudah di closet kamar mandi.
Perjalanan bandung-cibubur PP berhasil ditempuh tanpa mengompol di mobil.
Solusinya? memanfaatkan rest area di sepanjang tol.
Good job Shafa...
Sabtu, 16 Februari 2013
Pee di toilet
Alhamdulillah...
Bersyukur hari ini , minggu, 17 Februari 2013,
BISA diisi dengan satu kegiatan tumbuh kembang shafa.
Yaituuuuu....
"Pee dengan duduk di kloset kamar mandi"
Memang ini masih tahap belajar.
Tapi sudah 4-5 kali saat kutulis blog ini, shafa sudah minta sendiri saat merasakan ingin Pee, dia minta ke kamar mandi.
Alhamdulillah...
Anakku yang tanggal 27 feb ini genap berusia 2,5 tahun semakin baik tumbuh kembangnya.
Semoga ini awal yang baik untuk melepaskan diapers...
Bersyukur hari ini , minggu, 17 Februari 2013,
BISA diisi dengan satu kegiatan tumbuh kembang shafa.
Yaituuuuu....
"Pee dengan duduk di kloset kamar mandi"
Memang ini masih tahap belajar.
Tapi sudah 4-5 kali saat kutulis blog ini, shafa sudah minta sendiri saat merasakan ingin Pee, dia minta ke kamar mandi.
Alhamdulillah...
Anakku yang tanggal 27 feb ini genap berusia 2,5 tahun semakin baik tumbuh kembangnya.
Semoga ini awal yang baik untuk melepaskan diapers...
Selasa, 22 Januari 2013
Nyari lowongan kerja? Peluang bisnis dengan d'BC Network Oriflame (bagian 1)
Iya, sy pengen bantu orangtua untuk menyekolahkan adik-adik.
Iya, sy pengen banget orangtua sy naik haji.
Iya, sy pengen banget ngajak keluarga liburan ke tempat yg menyenangkan.
Iya, sy pengen beli rumah jika berkeluarga nantinya.
Iya, sy pengen beli sawah, jadi gak perlu sering beli berasnya utk makan sehari-hari.
Tapi bunda...hmmm...
Tapi sy tidak punya ijazah sarjana.
Tapi sy tidak memiliki pengalaman bekerja.
Tapi sy punya fesbuk/twitter hanya melalui HP alias gak punya laptop.
Tapi sy GAK punya waktu banyak karena SIBUK urus anak.
Anda pengen gaji berapa/bulan?
Pengen yang sesuai UMP/UMR atau sekitar 1,5juta-2juta/bulan juga cukup.
Saya BISA bantu untuk memberikan anda pekerjaan.
Saya BISA bantu untuk memberikan anda peluang bisnis.
GAK perlu pake ijazah tinggi-tinggi...
Yang diperlukan hanya KTP ataupun jika anda belum memiliki KTP akan ada surat ijin dari orangtua.
Sibuk mengurus anak? anaknya pasti ada tidur kaaan dalam 1x24jam sehari?
Pada saat anak tidur itu, anda BISA bekerja melakukan bisnis ini.
Anda pengen kerja?
Anda pengen gaji?
Anda punya cita-cita dan impian?
Apakah anda juga MAUUUU untuk belajar dan bekerja keras?
Karena sangat mungkin di bisnis ini dalam waktu 7 bulan meraih penghasilan Rp 4 juta sampai Rp 7 juta tiap bulannya.
Tapiiiiii....sy juga pake TAPIIIIII ya...
BISNIS ini tetap BUTUH modal!!!
Anda SIAP mengeluarkan MODAL?
Yuuuks kita simak MODALnya apa saja:
Pertama,
UANG pendaftaran Rp 39.900,- (murah banget yaaaaa!!!),bayangkan biaya pulsa anda dalam 1minggu atau 1 bulan.
Pastinya lebih dari Rp 39.900,-
Kedua,
KATALOG 20buah seharga Rp 37.900 (cukup murah ya!!!),bayangkan ... hari gini dengan Rp 40ribu anda hanya mendapatkan 2 mangkok bakso tapi setelah kenyang akan datang rasa lapar.
Namun dengan 20 katalog, nantinya anda BISA berusaha mengumpulkan sejumlah poin target per-bulan (jika diuangkan Rp 500ribuan), kemudian anda memperoleh keuntungan langsung dari penjualan product di katalog sekitar 23%-30% yang dapat anda manfaatkan untuk membeli lebih banyak porsian bakso yg anda inginkan.
Ketiga,
Anda dapat mengikuti training/pelatihan secara offline di kantor Oriflame.Anda dapat belajar bisnis secara online sebagai fasilitas dari grup kami (d'BC network) di 30 hari pertama anda bergabung.
Untuk 30 hari berikutnya, fasilitas online grup kami dapat anda nikmati dengan Syarat pengumpulan target bulanan sekitar Rp500ribuan (murah ya jika dibandingkan bisnis lain).
Keempat,
Target poin bulanan sekitar Rp500ribuan dapat anda peroleh dari menjual product melalui katalog.Sehingga anda BISA lebih kreatif untuk TIDAK mengeluarkan modal uang lebih banyak lagi.
Atau kalo anda memiliki keuangan lebih, BISA anda alihkan belanja bulanan anda ke product Oriflame.
Apa saja siiiiih product oriflame?
kami menjual product tata rias, perawatan kuku tangan sampai kaki, perawatan tubuh untuk mandi mulai dari rambut sampai kaki, parfum, dan bahkan kami memiliki product nutrisi kesehatan yang terbukti membantu melengkapi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh tiap harinya.
Untuk siapa saja product oriflame?
Untuk Pria , wanita, remaja, anak-anak, bahkan bayi.
Mahal gak sih harga product oriflame?
Mahal atau murah, tergantung anda membandingkannya dengan product sejenis dari dalam negeri atau luar negri.
Oriflame product import (luar negeri) dari Swedia yang dijual dengan sistem MLM atau multi level marketing atau TIDAK melalui toko. Karena itu kami menggunakan KATALOG untuk penjualan product.
Jika perbandingan anda dengan merk luar negri yg biasa dijual di mal/plaza dangan mba-mba SPGnya yg cantik-cantik, pastinya harga product Oriflame jauuuuuh lebih murah.

Gambar di kiri bersumber dari d'BC network Oriflame.
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai proses pendaftaran dan order, silahkan menghubungi saya...Terima kasih.
Salam sukses, teman-teman.
Minggu, 20 Januari 2013
wanita..bisnis...ketegaran...
Wanitakah anda?
Sudah menikah?
Masih sendirian mencari pengeran untuk menemani sisa umur di dunia?
Sudah pernah menikah namun berpisah karena kehendak Tuhan alias meninggal dunia?
Duluuuuu jaman masih sekolah...sudah menjadi rahasia bersama bahwa ada istilah pacaran.
Tiap putri akan mencari pangeran atau sebaliknya.
Diberi hadiah yg bentuknya keciiiiiil seperti diisikan pulsa, rasanya sudah senang banget.
Dijemput malam minggu, diajak nonton atau keliling kota, sudah senang rasanya.
Itu jaman-jaman pacaran yang ada di masyarakat kita sekarang.
Tahap selanjutnya, pasti jika sudah cocok dan sesuai norma agama, ingin ke jenjang yang lebih serius yaitu menikah.
Dalam pernikahan inilah tiap pasangan akan lebih mengenal sifat baik/buruk dari masing-masing individu yang bersatu dalam tali pernikahan.
Jika ada yang bercerai karena alasan ketidakcocokan, timbul pertanyaan...kenapa kalo tidak cocok trus nikah?
bukannya manusia itu punya sifat yg berbeda.
dua kepala yang berasal dari dua keluarga yg berbeda disatukan dalam ikatan suci memang akan memunculkan ketidakcocokan.
tapi bagaimana ketidakcocokan itu diselesaikan demi membentuk keluarga yang harmonis.
benar?!
Masalah dalam pernikahan masing-masing pasangan pasti berbeda-beda.
Ada yang bermasalah dengan mertua.
Ada yang bermasalah dengan pasangan.
Ada yang bermasalah karena gaji istri lebih besar dari gaji suami.
Ada yang bermasalah karena pasangan lebih mementingkan orangtuanya dibanding anak/istri/suami.
Ada yang bermasalah karena menjalankan pernikahan jarak jauh.
Daaaan masih banyak lagi.
Pernah gak, teman-teman wanita berfikir ...
seandainya suamiku yg selama ini bekerja menafkahi keluarga, namun tiba-tiba tidak diberi umur panjang oleh Tuhan, dari mana aku sebagai ibu bisa memberi makan anak-anakku?
yaaaach....syukur-syukur kalo jandanya dapat suami baru yg kaya raya dan sayang ke anaknya janda.
tapi gak semua janda pengen menikah lagi kan.
justru ada juga janda-janda yg lebih memilih mandiri mengurus anak daripada berpikir untuk menikah kembali saat anak masih lebih membutuhkan perhatian dan kasih sayang IBU.
Pernah gak, teman-teman wanita berfikir...
seandainya sifat suamiku jika memiliki uang, dia akan menyetorkan ke orangtuanya terlebih dahulu, sementara untuk kebutuhan anak/istrinya sendiri, mereka berhutang ke orang lain?
Pernah gak, teman-teman wanita berfikir...
Pendidikan pertama bagi anak-anak itu berawal dari rumah.
Di rumah siapa yang paling berperan? IBU.
Disini pentingnya seorang ibu harus bekerja keras dan bekerja cerdas untuk mengasuh, membimbing, dan mendidik anak.
Disini pentingnya seorang ibu harus mengatur waktu dari pagiiiii hari sebelum adzan subuh sampai semuanya tidur diselimuti kegelapan malam.
Pernah gak, teman-teman wanita berfikir...
Diberi kesempatan "menumpang" dirumah mertua (karena belum pasti diwariskan), kemudian kalian bertengkar hebat sampai keluar dari rumah mertua?
Selanjutnya setelah berbaikan, kalian masuk lagi kerumah tersebut?
Rasanya kok gak patut ya!!!
Sudah diberi tumpangan malah memancing emosi jiwa.
Jadi...
seorang wanita itu mesti kerja keras dan kerja cerdas ya!!!
tidak dapat ijin suami untuk kerja di luar rumah, yaaa kerjalah dari dalam rumah.
seperti saya saat ini bergabung di d'BC network oriflame.
bisnis MLM yang bisa dijalankan secara 80% online.
bisnis MLM yang mulai dari input order, pembayaran, sampai pada pengiriman barang bisa dilakukan dari rumah dengan fasilitas koneksi internet.
bisnis MLM yang dengan bergabung di dbc network, sy bisa mengikuti training online (webinar dan e-training) dari para uplen yang sudah di level manager UP.
bisnis MLM yang dengan bergabung di dbc network,sy bisa membaca sendiri materi yang terkait dengan bisnis dengan cukup mendonlot dari komputer pribadi.
masiiiiih banyak lagi fasilitas onlineyg diberikan d'BC network oriflame.
Pengen nyoba?
Pengen tau ttg dbcn oriflame?
yuuuuks mariiii kunjungi website kami... http://www.dbc-network.biz/?id=ciresspa
Sudah menikah?
Masih sendirian mencari pengeran untuk menemani sisa umur di dunia?
Sudah pernah menikah namun berpisah karena kehendak Tuhan alias meninggal dunia?
Duluuuuu jaman masih sekolah...sudah menjadi rahasia bersama bahwa ada istilah pacaran.
Tiap putri akan mencari pangeran atau sebaliknya.
Diberi hadiah yg bentuknya keciiiiiil seperti diisikan pulsa, rasanya sudah senang banget.
Dijemput malam minggu, diajak nonton atau keliling kota, sudah senang rasanya.
Itu jaman-jaman pacaran yang ada di masyarakat kita sekarang.
Tahap selanjutnya, pasti jika sudah cocok dan sesuai norma agama, ingin ke jenjang yang lebih serius yaitu menikah.
Dalam pernikahan inilah tiap pasangan akan lebih mengenal sifat baik/buruk dari masing-masing individu yang bersatu dalam tali pernikahan.
Jika ada yang bercerai karena alasan ketidakcocokan, timbul pertanyaan...kenapa kalo tidak cocok trus nikah?
bukannya manusia itu punya sifat yg berbeda.
dua kepala yang berasal dari dua keluarga yg berbeda disatukan dalam ikatan suci memang akan memunculkan ketidakcocokan.
tapi bagaimana ketidakcocokan itu diselesaikan demi membentuk keluarga yang harmonis.
benar?!
Masalah dalam pernikahan masing-masing pasangan pasti berbeda-beda.
Ada yang bermasalah dengan mertua.
Ada yang bermasalah dengan pasangan.
Ada yang bermasalah karena gaji istri lebih besar dari gaji suami.
Ada yang bermasalah karena pasangan lebih mementingkan orangtuanya dibanding anak/istri/suami.
Ada yang bermasalah karena menjalankan pernikahan jarak jauh.
Daaaan masih banyak lagi.
Pernah gak, teman-teman wanita berfikir ...
seandainya suamiku yg selama ini bekerja menafkahi keluarga, namun tiba-tiba tidak diberi umur panjang oleh Tuhan, dari mana aku sebagai ibu bisa memberi makan anak-anakku?
yaaaach....syukur-syukur kalo jandanya dapat suami baru yg kaya raya dan sayang ke anaknya janda.
tapi gak semua janda pengen menikah lagi kan.
justru ada juga janda-janda yg lebih memilih mandiri mengurus anak daripada berpikir untuk menikah kembali saat anak masih lebih membutuhkan perhatian dan kasih sayang IBU.
Pernah gak, teman-teman wanita berfikir...
seandainya sifat suamiku jika memiliki uang, dia akan menyetorkan ke orangtuanya terlebih dahulu, sementara untuk kebutuhan anak/istrinya sendiri, mereka berhutang ke orang lain?
Pernah gak, teman-teman wanita berfikir...
Pendidikan pertama bagi anak-anak itu berawal dari rumah.
Di rumah siapa yang paling berperan? IBU.
Disini pentingnya seorang ibu harus bekerja keras dan bekerja cerdas untuk mengasuh, membimbing, dan mendidik anak.
Disini pentingnya seorang ibu harus mengatur waktu dari pagiiiii hari sebelum adzan subuh sampai semuanya tidur diselimuti kegelapan malam.
Pernah gak, teman-teman wanita berfikir...
Diberi kesempatan "menumpang" dirumah mertua (karena belum pasti diwariskan), kemudian kalian bertengkar hebat sampai keluar dari rumah mertua?
Selanjutnya setelah berbaikan, kalian masuk lagi kerumah tersebut?
Rasanya kok gak patut ya!!!
Sudah diberi tumpangan malah memancing emosi jiwa.
Jadi...
seorang wanita itu mesti kerja keras dan kerja cerdas ya!!!
tidak dapat ijin suami untuk kerja di luar rumah, yaaa kerjalah dari dalam rumah.
seperti saya saat ini bergabung di d'BC network oriflame.
bisnis MLM yang bisa dijalankan secara 80% online.
bisnis MLM yang mulai dari input order, pembayaran, sampai pada pengiriman barang bisa dilakukan dari rumah dengan fasilitas koneksi internet.
bisnis MLM yang dengan bergabung di dbc network, sy bisa mengikuti training online (webinar dan e-training) dari para uplen yang sudah di level manager UP.
bisnis MLM yang dengan bergabung di dbc network,sy bisa membaca sendiri materi yang terkait dengan bisnis dengan cukup mendonlot dari komputer pribadi.
masiiiiih banyak lagi fasilitas onlineyg diberikan d'BC network oriflame.
Pengen nyoba?
Pengen tau ttg dbcn oriflame?
yuuuuks mariiii kunjungi website kami... http://www.dbc-network.biz/?id=ciresspa
Minggu, 13 Januari 2013
Parenting #1
Alhamdulillah...
Sabtu, 12 Januari 2013 menjadi kegiatan parenting pertamaku di sekolahnya Shafa.
Alhamdulillah...
bertepatan dengan jadwal ayahnya shafa sedang cuti.
walopun ayahnya shafa gak ikutan duduk manis dalam ruang parenting...hufh...hahaha.
Pemateri yang seorang Psikolog mengawali kegiatan ini dengan memberikan pesan bahwa
untuk menjadi orangtua TIDAK pernah ada SEKOLAHnya...
Karena tiap anak memiliki sifat khasnya tersendiri.
Agama...pengalaman orang lain...membaca dari buku...hal tersebut mungkin BISA membantu kita sebagai orang tua dalam hal mendidik, membimbing, dan mengajarkan hal baik dan menghindari hal buruk kepada anak.
Pemateri membuka kegiatan ini dengan pertanyaan
"pernahkah ayahbunda mengalami kesulitan melepas anak saat hendak berangkat kerja?"
"pernahkah ayahbunda mengalami anak merengek, menangis, bahkan menahan langkah ayahbunda untuk berangkat kerja?"
Saya pernah.
Daaaan sampai saat ini pun saat saya mengantarkan anak ke sekolah PG (playgroup), dia masih menangis.
Ternyata...hal ini WAJAR.
Wajar sekali!!!
Ini bentuk ekspresi anak terhadap kita sebagai orangtuanya.
Ini bentuk ekspresi anak bahwa dia MEMBUTUHKAN kita sebagai orangtuanya.
Alhamdulillah...
Dulu saya berpikir, sy yang SALAH, mungkin terlalu dekat dengan anak.
Ternyata pikiran sy yang SALAH.
Perpisahan anak dengan orangtuanya saat memasuki lingkungan baru ketika dia batita, adalah wajar jika dia menyalurkan ekspresinya melalui tangisan (misalnya).
Saya pernah bertanya pada anak saya
"kenapa terkadang banyak alasan yang diberikannya saat diminta mandi untuk bersiap ke sekolah", atau "kenapa saat sampai di depan sekolah, mulai merengek...menangis.".
Padahal nyatanya saat saya jemput dari sekolah, terlihat sinar mata dan semangatnya menikmati kegiatan di sekolah.
Anak saya menjawab: "GAK mau ditinggalin bunda."
huhuhuhu...hiks...terharu...MERASA dibutuhkan anak.
Saya pun berdiskusi dengan guru-guru di sekolah.
Ternyata...tangisan anak saat berpisah dari orangtua yg mengantarkannya ke sekolah, ada batas kewajarannya.
Masih dalam batas wajar jika tangisan anak tersebut BISA berhenti sejenak saat dialihkan dengan melihat mainan atau apapun disekelilingnya.
Masih dalam batas wajar jika anak tersebut masih BISA makan dan minum.
Jadi, ayahbunda jangan terlalu khawatir.
BIASANYA para guru di sekolahan batita atau balita sudah paham bagaimana mengatasi siklus yang seperti ini.
= = = selamat menikmati menjadi ayahbunda = = =
Sabtu, 12 Januari 2013 menjadi kegiatan parenting pertamaku di sekolahnya Shafa.
Alhamdulillah...
bertepatan dengan jadwal ayahnya shafa sedang cuti.
walopun ayahnya shafa gak ikutan duduk manis dalam ruang parenting...hufh...hahaha.
Pemateri yang seorang Psikolog mengawali kegiatan ini dengan memberikan pesan bahwa
untuk menjadi orangtua TIDAK pernah ada SEKOLAHnya...
Karena tiap anak memiliki sifat khasnya tersendiri.
Agama...pengalaman orang lain...membaca dari buku...hal tersebut mungkin BISA membantu kita sebagai orang tua dalam hal mendidik, membimbing, dan mengajarkan hal baik dan menghindari hal buruk kepada anak.
Pemateri membuka kegiatan ini dengan pertanyaan
"pernahkah ayahbunda mengalami kesulitan melepas anak saat hendak berangkat kerja?"
"pernahkah ayahbunda mengalami anak merengek, menangis, bahkan menahan langkah ayahbunda untuk berangkat kerja?"
Saya pernah.
Daaaan sampai saat ini pun saat saya mengantarkan anak ke sekolah PG (playgroup), dia masih menangis.
Ternyata...hal ini WAJAR.
Wajar sekali!!!
Ini bentuk ekspresi anak terhadap kita sebagai orangtuanya.
Ini bentuk ekspresi anak bahwa dia MEMBUTUHKAN kita sebagai orangtuanya.
Alhamdulillah...
Dulu saya berpikir, sy yang SALAH, mungkin terlalu dekat dengan anak.
Ternyata pikiran sy yang SALAH.
Perpisahan anak dengan orangtuanya saat memasuki lingkungan baru ketika dia batita, adalah wajar jika dia menyalurkan ekspresinya melalui tangisan (misalnya).
Saya pernah bertanya pada anak saya
"kenapa terkadang banyak alasan yang diberikannya saat diminta mandi untuk bersiap ke sekolah", atau "kenapa saat sampai di depan sekolah, mulai merengek...menangis.".
Padahal nyatanya saat saya jemput dari sekolah, terlihat sinar mata dan semangatnya menikmati kegiatan di sekolah.
Anak saya menjawab: "GAK mau ditinggalin bunda."
huhuhuhu...hiks...terharu...MERASA dibutuhkan anak.
Saya pun berdiskusi dengan guru-guru di sekolah.
Ternyata...tangisan anak saat berpisah dari orangtua yg mengantarkannya ke sekolah, ada batas kewajarannya.
Masih dalam batas wajar jika tangisan anak tersebut BISA berhenti sejenak saat dialihkan dengan melihat mainan atau apapun disekelilingnya.
Masih dalam batas wajar jika anak tersebut masih BISA makan dan minum.
Jadi, ayahbunda jangan terlalu khawatir.
BIASANYA para guru di sekolahan batita atau balita sudah paham bagaimana mengatasi siklus yang seperti ini.
= = = selamat menikmati menjadi ayahbunda = = =
Langganan:
Postingan (Atom)